{"id":{"repo_id":"malang","oai_identifier":"oai:etheses.uin-malang.ac.id:975"},"canonical_url":"https://search.dev.ndltd.org/etd/malang/oai:etheses.uin-malang.ac.id:975","repository":{"repo_id":"malang","name":"Maulana Malik Ibrahim Islamic State University Malang","base_url":"http://etheses.uin-malang.ac.id/cgi/oai2"},"display":{"title":"Pengaruh pemberian pupuk urea dan beberapa formula pupuk hayati Rhizobium terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max (L.) Merril) di lahan masam ultisol","abstract":"INDONESIA: Kebutuhan masyarakat terhadap kedelai terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Namun peningkatan produksi kedelai banyak menemui kendala, salah satunya adalah makin berkurangnya luas lahan produktif yang dapat ditanaman kedelai. Oleh karena itu kedepan peningkatan produksi kedelai akan diarahkan ke lahan kering masam (Ultisol) yang arealnya cukup luas, tetapi kandungan Al, Fe, Mn tinggi dan miskinnya unsur hara N dan P menjadi salah satu kendala dalam upaya meningkatkan produksi kedelai di lahan masam ultisol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis pupuk urea dan beberapa macam pupuk hayati Rhizobium terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max (L.) Merril) di tanah ultisol. Penelitian dilaksanakan selama bulan Juni-September 2009, di Balai Penelitian Tanaman kacang-kacangan dan Umbi-umbian Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Acak Lengkap (2 faktor) diulang 3 kali. Faktor pertama adalah dosis urea: 0 Kg/ha, 75 Kg/ha, 100 Kg/ha. Faktor kedua adalah macam formula pupuk hayati Rhizobium, meliputi: Pelet ILeTRIsoy-2, Pelet ILeTRIsoy-4, ILeTRIsoy-2 dalam karrier bokasi, ILeTRIsoy-4 dalam karrier bokasi, ILeTRIsoy-2 + bakteri pelarut fosfat dalam karrier bokasi, ILeTRIsoy-4 + bakteri pelarut fosfat dalam karrier bokasi, Rhizobium komersial (legin) dan Tanpa inokulasi. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk urea dari 75 Kg/ha hingga 100 Kg/ha dapat meningkatkan tinggi tanaman dari 19,78 cm menjadi 22,58 cm, kadar klorofil dari 29,33 g/mL menjadi 31,30 g/mL, jumlah bintil akar dari 2,58 bintil menjadi 5,42 bintil, dan berat kering biji dari 3,98 g menjadi 4,15 g tetapi tidak meningkatkan berat kering akar dan berat polong. Formula pupuk hayati Rhizobium ILeTRIsoy- 2 dapat meningkatkan pembentukan bintil akar dari 0,22 bintil menjadi 21,89 bintil sehingga dapat meningkatkan kadar klorofil daun dari 34,29 g/mL menjadi 38,93 g/mL. Pemberian beberapa macam formula pupuk hayati Rhizobium mampu meningkatkan berat kering tanaman dari 2,26 g menjadi 2,77 g dan berat kering biji dari 3,86 g menjadi 4,69 g per tanaman. Penggunaan pupuk hayati ILeTRIsoy-2 ini mampu menggantikan peran pupuk urea sekitar 75 Kg/ha hingga 100 Kg/ha. Sedangkan interaksi antara pupuk urea dan pemberian macam formula pupuk hayati Rhizobium terlihat pada tinggi tanaman umur 35 hst, kadar klorofil 49 hst dan pada berat kering biji.","abstract_html":"INDONESIA: Kebutuhan masyarakat terhadap kedelai terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Namun peningkatan produksi kedelai banyak menemui kendala, salah satunya adalah makin berkurangnya luas lahan produktif yang dapat ditanaman kedelai. Oleh karena itu kedepan peningkatan produksi kedelai akan diarahkan ke lahan kering masam (Ultisol) yang arealnya cukup luas, tetapi kandungan Al, Fe, Mn tinggi dan miskinnya unsur hara N dan P menjadi salah satu kendala dalam upaya meningkatkan produksi kedelai di lahan masam ultisol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis pupuk urea dan beberapa macam pupuk hayati Rhizobium terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max (L.) Merril) di tanah ultisol. Penelitian dilaksanakan selama bulan Juni-September 2009, di Balai Penelitian Tanaman kacang-kacangan dan Umbi-umbian Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Acak Lengkap (2 faktor) diulang 3 kali. Faktor pertama adalah dosis urea: 0 Kg/ha, 75 Kg/ha, 100 Kg/ha. Faktor kedua adalah macam formula pupuk hayati Rhizobium, meliputi: Pelet ILeTRIsoy-2, Pelet ILeTRIsoy-4, ILeTRIsoy-2 dalam karrier bokasi, ILeTRIsoy-4 dalam karrier bokasi, ILeTRIsoy-2 + bakteri pelarut fosfat dalam karrier bokasi, ILeTRIsoy-4 + bakteri pelarut fosfat dalam karrier bokasi, Rhizobium komersial (legin) dan Tanpa inokulasi. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk urea dari 75 Kg/ha hingga 100 Kg/ha dapat meningkatkan tinggi tanaman dari 19,78 cm menjadi 22,58 cm, kadar klorofil dari 29,33 g/mL menjadi 31,30 g/mL, jumlah bintil akar dari 2,58 bintil menjadi 5,42 bintil, dan berat kering biji dari 3,98 g menjadi 4,15 g tetapi tidak meningkatkan berat kering akar dan berat polong. Formula pupuk hayati Rhizobium ILeTRIsoy- 2 dapat meningkatkan pembentukan bintil akar dari 0,22 bintil menjadi 21,89 bintil sehingga dapat meningkatkan kadar klorofil daun dari 34,29 g/mL menjadi 38,93 g/mL. Pemberian beberapa macam formula pupuk hayati Rhizobium mampu meningkatkan berat kering tanaman dari 2,26 g menjadi 2,77 g dan berat kering biji dari 3,86 g menjadi 4,69 g per tanaman. Penggunaan pupuk hayati ILeTRIsoy-2 ini mampu menggantikan peran pupuk urea sekitar 75 Kg/ha hingga 100 Kg/ha. Sedangkan interaksi antara pupuk urea dan pemberian macam formula pupuk hayati Rhizobium terlihat pada tinggi tanaman umur 35 hst, kadar klorofil 49 hst dan pada berat kering biji.","abstract_has_math":false,"creators":["Risnawati, Risnawati"],"institution":"Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim","degree_name":"other","degree_level":"undergraduate","degree_discipline":null,"degree_department":null,"school":null,"contributors":[],"advisors":[],"committee_chairs":[],"committee_members":[],"year":2010,"date_issued":"2010-02","date_published":"2010-02","updated_at":"2026-07-24T03:01:06Z","subjects":["060703 Plant Developmental and Reproductive Biology"],"languages":["id"],"rights":[],"rights_urls":[],"identifier_entries":[]},"links":{"outbound_url":null,"outbound_label":null,"outbound_source":null},"metadata_groups":[{"id":"people","label":"People","entries":[{"key":"dc:creator","label":"Author","values":["Risnawati, Risnawati"]}]},{"id":"academic_context","label":"Academic Context","entries":[{"key":"dc:date","label":"Dc Date","values":["2010-02-11"]},{"key":"dc:date.issued","label":"Date","values":["2010-02"]},{"key":"dc:publisher.department","label":"Dc Publisher Department","values":["Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi"]},{"key":"dc:publisher.institution","label":"Dc Publisher Institution","values":["Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim"]},{"key":"dc:relation.isreferencedby","label":"Dc Relation Isreferencedby","values":["http://etheses.uin-malang.ac.id/975/"]},{"key":"dc:type","label":"Dc Type","values":["Thesis"]},{"key":"dc:type.qualificationlevel","label":"Dc Type Qualificationlevel","values":["undergraduate"]},{"key":"dc:type.qualificationname","label":"Dc Type Qualificationname","values":["other"]}]},{"id":"subjects_keywords","label":"Subjects and Keywords","entries":[{"key":"dc:subject","label":"Dc Subject","values":["060703 Plant Developmental and Reproductive Biology"]}]},{"id":"language_rights","label":"Language and Rights","entries":[{"key":"dc:language","label":"Dc Language","values":["id"]}]},{"id":"identifiers","label":"Identifiers","entries":[{"key":"dc:identifier.uri","label":"Identifier URI","values":["http://etheses.uin-malang.ac.id/975/1/05520033%20Skripsi.pdf"]}]},{"id":"additional","label":"Additional Metadata","entries":[{"key":"dc:description.abstract","label":"Abstract","values":["INDONESIA: Kebutuhan masyarakat terhadap kedelai terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Namun peningkatan produksi kedelai banyak menemui kendala, salah satunya adalah makin berkurangnya luas lahan produktif yang dapat ditanaman kedelai. Oleh karena itu kedepan peningkatan produksi kedelai akan diarahkan ke lahan kering masam (Ultisol) yang arealnya cukup luas, tetapi kandungan Al, Fe, Mn tinggi dan miskinnya unsur hara N dan P menjadi salah satu kendala dalam upaya meningkatkan produksi kedelai di lahan masam ultisol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis pupuk urea dan beberapa macam pupuk hayati Rhizobium terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max (L.) Merril) di tanah ultisol. Penelitian dilaksanakan selama bulan Juni-September 2009, di Balai Penelitian Tanaman kacang-kacangan dan Umbi-umbian Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Acak Lengkap (2 faktor) diulang 3 kali. Faktor pertama adalah dosis urea: 0 Kg/ha, 75 Kg/ha, 100 Kg/ha. Faktor kedua adalah macam formula pupuk hayati Rhizobium, meliputi: Pelet ILeTRIsoy-2, Pelet ILeTRIsoy-4, ILeTRIsoy-2 dalam karrier bokasi, ILeTRIsoy-4 dalam karrier bokasi, ILeTRIsoy-2 + bakteri pelarut fosfat dalam karrier bokasi, ILeTRIsoy-4 + bakteri pelarut fosfat dalam karrier bokasi, Rhizobium komersial (legin) dan Tanpa inokulasi. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk urea dari 75 Kg/ha hingga 100 Kg/ha dapat meningkatkan tinggi tanaman dari 19,78 cm menjadi 22,58 cm, kadar klorofil dari 29,33 g/mL menjadi 31,30 g/mL, jumlah bintil akar dari 2,58 bintil menjadi 5,42 bintil, dan berat kering biji dari 3,98 g menjadi 4,15 g tetapi tidak meningkatkan berat kering akar dan berat polong. Formula pupuk hayati Rhizobium ILeTRIsoy- 2 dapat meningkatkan pembentukan bintil akar dari 0,22 bintil menjadi 21,89 bintil sehingga dapat meningkatkan kadar klorofil daun dari 34,29 g/mL menjadi 38,93 g/mL. Pemberian beberapa macam formula pupuk hayati Rhizobium mampu meningkatkan berat kering tanaman dari 2,26 g menjadi 2,77 g dan berat kering biji dari 3,86 g menjadi 4,69 g per tanaman. Penggunaan pupuk hayati ILeTRIsoy-2 ini mampu menggantikan peran pupuk urea sekitar 75 Kg/ha hingga 100 Kg/ha. Sedangkan interaksi antara pupuk urea dan pemberian macam formula pupuk hayati Rhizobium terlihat pada tinggi tanaman umur 35 hst, kadar klorofil 49 hst dan pada berat kering biji."]},{"key":"dc:format","label":"Dc Format","values":["text"]},{"key":"dc:title","label":"Title","values":["Pengaruh pemberian pupuk urea dan beberapa formula pupuk hayati Rhizobium terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max (L.) Merril) di lahan masam ultisol"]}]}],"canonical_facts":{"dc:creator":["Risnawati, Risnawati"],"dc:date":["2010-02-11"],"dc:date.issued":["2010-02"],"dc:description.abstract":["INDONESIA: Kebutuhan masyarakat terhadap kedelai terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Namun peningkatan produksi kedelai banyak menemui kendala, salah satunya adalah makin berkurangnya luas lahan produktif yang dapat ditanaman kedelai. Oleh karena itu kedepan peningkatan produksi kedelai akan diarahkan ke lahan kering masam (Ultisol) yang arealnya cukup luas, tetapi kandungan Al, Fe, Mn tinggi dan miskinnya unsur hara N dan P menjadi salah satu kendala dalam upaya meningkatkan produksi kedelai di lahan masam ultisol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis pupuk urea dan beberapa macam pupuk hayati Rhizobium terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max (L.) Merril) di tanah ultisol. Penelitian dilaksanakan selama bulan Juni-September 2009, di Balai Penelitian Tanaman kacang-kacangan dan Umbi-umbian Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Acak Lengkap (2 faktor) diulang 3 kali. Faktor pertama adalah dosis urea: 0 Kg/ha, 75 Kg/ha, 100 Kg/ha. Faktor kedua adalah macam formula pupuk hayati Rhizobium, meliputi: Pelet ILeTRIsoy-2, Pelet ILeTRIsoy-4, ILeTRIsoy-2 dalam karrier bokasi, ILeTRIsoy-4 dalam karrier bokasi, ILeTRIsoy-2 + bakteri pelarut fosfat dalam karrier bokasi, ILeTRIsoy-4 + bakteri pelarut fosfat dalam karrier bokasi, Rhizobium komersial (legin) dan Tanpa inokulasi. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk urea dari 75 Kg/ha hingga 100 Kg/ha dapat meningkatkan tinggi tanaman dari 19,78 cm menjadi 22,58 cm, kadar klorofil dari 29,33 g/mL menjadi 31,30 g/mL, jumlah bintil akar dari 2,58 bintil menjadi 5,42 bintil, dan berat kering biji dari 3,98 g menjadi 4,15 g tetapi tidak meningkatkan berat kering akar dan berat polong. Formula pupuk hayati Rhizobium ILeTRIsoy- 2 dapat meningkatkan pembentukan bintil akar dari 0,22 bintil menjadi 21,89 bintil sehingga dapat meningkatkan kadar klorofil daun dari 34,29 g/mL menjadi 38,93 g/mL. Pemberian beberapa macam formula pupuk hayati Rhizobium mampu meningkatkan berat kering tanaman dari 2,26 g menjadi 2,77 g dan berat kering biji dari 3,86 g menjadi 4,69 g per tanaman. Penggunaan pupuk hayati ILeTRIsoy-2 ini mampu menggantikan peran pupuk urea sekitar 75 Kg/ha hingga 100 Kg/ha. Sedangkan interaksi antara pupuk urea dan pemberian macam formula pupuk hayati Rhizobium terlihat pada tinggi tanaman umur 35 hst, kadar klorofil 49 hst dan pada berat kering biji."],"dc:format":["text"],"dc:identifier.uri":["http://etheses.uin-malang.ac.id/975/1/05520033%20Skripsi.pdf"],"dc:language":["id"],"dc:publisher.department":["Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi"],"dc:publisher.institution":["Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim"],"dc:relation.isreferencedby":["http://etheses.uin-malang.ac.id/975/"],"dc:subject":["060703 Plant Developmental and Reproductive Biology"],"dc:title":["Pengaruh pemberian pupuk urea dan beberapa formula pupuk hayati Rhizobium terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max (L.) Merril) di lahan masam ultisol"],"dc:type":["Thesis"],"dc:type.qualificationlevel":["undergraduate"],"dc:type.qualificationname":["other"]},"updated_at":"2026-07-24T03:01:06Z"}