{"id":{"repo_id":"malang","oai_identifier":"oai:etheses.uin-malang.ac.id:350"},"canonical_url":"https://search.dev.ndltd.org/etd/malang/oai:etheses.uin-malang.ac.id:350","repository":{"repo_id":"malang","name":"Maulana Malik Ibrahim Islamic State University Malang","base_url":"http://etheses.uin-malang.ac.id/cgi/oai2"},"display":{"title":"Kemitraan usaha petani dalam perspektif hukum Islam: Studi di Desa Bendosewu Kecamatan Taun Kabupaten Blitar","abstract":"INDONESIA: Indonesia yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, yang tentu saja ingin mendapatkan hidup yang lebih baik dengan didukung semakin banyaknya perkembangan teknologi pertanian saat ini. Sehingga Pertanian perlu dikembangkan agar semakin maju, efisien dan diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian. yaitu dengan mengadakan kemitraan dengan pihak Cakra Tani selaku agen dari perusahaan penyedia benih dengan petani mitra di Desa Bendosewu Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Adapun akad yang digunakan adalah kerjasama bagi hasil dengan ketentuan di awal perjanjian. Dari permasalahan di atas peneliti ingin mengetahui bagaimana pelaksanaan kerjasama antara Petani dengan Cakra Tani di Desa Bendosewu Kecamatan Talun Kabupaten Blitar ditinjau dari Hukum Islam. Penelitian ini tergolong dalam penelitian empiris yang langsung terjun kelapangan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan tujuan mendapatkan data-data yang dibutuhkan melalui wawancara dan dokumentasi terhadap kerjasama antara pihak Cakra Tani dengan petani mitra dan dilanjutkan analisa data dengan metode analisis kualitatif deskriptif untuk mendapatkan sebuah kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa akad kerjasama yang dilakukan antara pihak Cakra Tani dengan petani secara umum tidak sesuai dengan aturan hukum Islam. Hal ini terkait dengan objek muzara’ah dimana petani lebih mendominasi dalam pembagian kerja sedangkan pihak Cakra Tani yang hanya sebagai pihak penyedia bibit dan sebagai pihak yang membeli hasil panen petani. ENGLISH: Majority Indonesian is farmers, to support the Indonesian economy is better supported by the increasing number of technological developments participate in improving the lives of the Indonesian people that the majority of farmers, thus Agriculture needs to be developed for the more advanced, efficient and geared to improve the quality and quantity of agricultural production. that the parties entered into a partnership with Cakra Tani as an agent of a provider of seed with partner farmers. The contract used in this agreement is the result of cooperation for the provision in the initial agreement. From the above problems researchers wanted to know how the implementation of the cooperation Farmers in the village of Cakra Tani Bendosewu Talun District of Blitar in terms of Islamic law. This study classified the empirical research that directly falls spaciousness. The approach used in this study is descriptive qualitative approach in order to get the required data through interviews and documentation of the cooperation, between the Cakra Tani with farmer partners and continued data analysis with qualitative descriptive analysis method to obtain a conclusion. The results of this study indicate that the cooperation agreement concluded between the Chakra Tani and farmers in general are not in accordance with the rules of Islamic law. It is associated with the object muzara'ah where farmers are dominating the division of labor, while the Chakra Tani as the only provider of seed and as the buyer harvest of farmers.","abstract_html":"INDONESIA: Indonesia yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, yang tentu saja ingin mendapatkan hidup yang lebih baik dengan didukung semakin banyaknya perkembangan teknologi pertanian saat ini. Sehingga Pertanian perlu dikembangkan agar semakin maju, efisien dan diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian. yaitu dengan mengadakan kemitraan dengan pihak Cakra Tani selaku agen dari perusahaan penyedia benih dengan petani mitra di Desa Bendosewu Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Adapun akad yang digunakan adalah kerjasama bagi hasil dengan ketentuan di awal perjanjian. Dari permasalahan di atas peneliti ingin mengetahui bagaimana pelaksanaan kerjasama antara Petani dengan Cakra Tani di Desa Bendosewu Kecamatan Talun Kabupaten Blitar ditinjau dari Hukum Islam. Penelitian ini tergolong dalam penelitian empiris yang langsung terjun kelapangan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan tujuan mendapatkan data-data yang dibutuhkan melalui wawancara dan dokumentasi terhadap kerjasama antara pihak Cakra Tani dengan petani mitra dan dilanjutkan analisa data dengan metode analisis kualitatif deskriptif untuk mendapatkan sebuah kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa akad kerjasama yang dilakukan antara pihak Cakra Tani dengan petani secara umum tidak sesuai dengan aturan hukum Islam. Hal ini terkait dengan objek muzara’ah dimana petani lebih mendominasi dalam pembagian kerja sedangkan pihak Cakra Tani yang hanya sebagai pihak penyedia bibit dan sebagai pihak yang membeli hasil panen petani. ENGLISH: Majority Indonesian is farmers, to support the Indonesian economy is better supported by the increasing number of technological developments participate in improving the lives of the Indonesian people that the majority of farmers, thus Agriculture needs to be developed for the more advanced, efficient and geared to improve the quality and quantity of agricultural production. that the parties entered into a partnership with Cakra Tani as an agent of a provider of seed with partner farmers. The contract used in this agreement is the result of cooperation for the provision in the initial agreement. From the above problems researchers wanted to know how the implementation of the cooperation Farmers in the village of Cakra Tani Bendosewu Talun District of Blitar in terms of Islamic law. This study classified the empirical research that directly falls spaciousness. The approach used in this study is descriptive qualitative approach in order to get the required data through interviews and documentation of the cooperation, between the Cakra Tani with farmer partners and continued data analysis with qualitative descriptive analysis method to obtain a conclusion. The results of this study indicate that the cooperation agreement concluded between the Chakra Tani and farmers in general are not in accordance with the rules of Islamic law. It is associated with the object muzara&#x27;ah where farmers are dominating the division of labor, while the Chakra Tani as the only provider of seed and as the buyer harvest of farmers.","abstract_has_math":false,"creators":["Umam, Muh. Muslihul"],"institution":"Universitas Islan Negeri Maulana Malik Ibrahim","degree_name":"other","degree_level":"undergraduate","degree_discipline":null,"degree_department":null,"school":null,"contributors":[],"advisors":[],"committee_chairs":[],"committee_members":[],"year":2014,"date_issued":"2014-06","date_published":"2014-06","updated_at":"2026-07-24T03:00:25Z","subjects":["18012713 al-Muzara’ah, al-Mukhabarah, al-Musaqah, al-Mugharasah (Pemanfaatan Lahan Pertanian)"],"languages":["id","en","ar"],"rights":[],"rights_urls":[],"identifier_entries":[]},"links":{"outbound_url":"http://etheses.uin-malang.ac.id/350/11/10220001%20Lampiran.rar","outbound_label":"Repository record","outbound_source":"dc:identifier.uri"},"metadata_groups":[{"id":"people","label":"People","entries":[{"key":"dc:creator","label":"Author","values":["Umam, Muh. Muslihul"]}]},{"id":"academic_context","label":"Academic Context","entries":[{"key":"dc:date","label":"Dc Date","values":["2014-06-25"]},{"key":"dc:date.issued","label":"Date","values":["2014-06"]},{"key":"dc:publisher.department","label":"Dc Publisher Department","values":["Fakultas Syari'ah Jurusan Hukum Bisnis Syariah"]},{"key":"dc:publisher.institution","label":"Dc Publisher Institution","values":["Universitas Islan Negeri Maulana Malik Ibrahim"]},{"key":"dc:relation.isreferencedby","label":"Dc Relation Isreferencedby","values":["http://etheses.uin-malang.ac.id/350/"]},{"key":"dc:type","label":"Dc Type","values":["Thesis"]},{"key":"dc:type.qualificationlevel","label":"Dc Type Qualificationlevel","values":["undergraduate"]},{"key":"dc:type.qualificationname","label":"Dc Type Qualificationname","values":["other"]}]},{"id":"subjects_keywords","label":"Subjects and Keywords","entries":[{"key":"dc:subject","label":"Dc Subject","values":["18012713 al-Muzara’ah, al-Mukhabarah, al-Musaqah, al-Mugharasah (Pemanfaatan Lahan Pertanian)"]}]},{"id":"language_rights","label":"Language and Rights","entries":[{"key":"dc:language","label":"Dc Language","values":["id","en","ar"]}]},{"id":"identifiers","label":"Identifiers","entries":[{"key":"dc:identifier.uri","label":"Identifier URI","values":["http://etheses.uin-malang.ac.id/350/1/10220001%20Pendahuluan.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/350/2/10220001Indonesia.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/350/3/10220001Inggris.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/350/4/10220001%20Arab.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/350/5/10220001%20Bab%201.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/350/6/10220001%20Bab%202.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/350/7/10220001%20Bab%203.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/350/8/10220001%20Bab%204.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/350/9/10220001%20Bab%205.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/350/10/10220001%20Daftar%20Pustaka.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/350/11/10220001%20Lampiran.rar","http://etheses.uin-malang.ac.id/350/12/10220001%20Ringkasan.pdf"]}]},{"id":"additional","label":"Additional Metadata","entries":[{"key":"dc:description.abstract","label":"Abstract","values":["INDONESIA: Indonesia yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, yang tentu saja ingin mendapatkan hidup yang lebih baik dengan didukung semakin banyaknya perkembangan teknologi pertanian saat ini. Sehingga Pertanian perlu dikembangkan agar semakin maju, efisien dan diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian. yaitu dengan mengadakan kemitraan dengan pihak Cakra Tani selaku agen dari perusahaan penyedia benih dengan petani mitra di Desa Bendosewu Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Adapun akad yang digunakan adalah kerjasama bagi hasil dengan ketentuan di awal perjanjian. Dari permasalahan di atas peneliti ingin mengetahui bagaimana pelaksanaan kerjasama antara Petani dengan Cakra Tani di Desa Bendosewu Kecamatan Talun Kabupaten Blitar ditinjau dari Hukum Islam. Penelitian ini tergolong dalam penelitian empiris yang langsung terjun kelapangan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan tujuan mendapatkan data-data yang dibutuhkan melalui wawancara dan dokumentasi terhadap kerjasama antara pihak Cakra Tani dengan petani mitra dan dilanjutkan analisa data dengan metode analisis kualitatif deskriptif untuk mendapatkan sebuah kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa akad kerjasama yang dilakukan antara pihak Cakra Tani dengan petani secara umum tidak sesuai dengan aturan hukum Islam. Hal ini terkait dengan objek muzara’ah dimana petani lebih mendominasi dalam pembagian kerja sedangkan pihak Cakra Tani yang hanya sebagai pihak penyedia bibit dan sebagai pihak yang membeli hasil panen petani. ENGLISH: Majority Indonesian is farmers, to support the Indonesian economy is better supported by the increasing number of technological developments participate in improving the lives of the Indonesian people that the majority of farmers, thus Agriculture needs to be developed for the more advanced, efficient and geared to improve the quality and quantity of agricultural production. that the parties entered into a partnership with Cakra Tani as an agent of a provider of seed with partner farmers. The contract used in this agreement is the result of cooperation for the provision in the initial agreement. From the above problems researchers wanted to know how the implementation of the cooperation Farmers in the village of Cakra Tani Bendosewu Talun District of Blitar in terms of Islamic law. This study classified the empirical research that directly falls spaciousness. The approach used in this study is descriptive qualitative approach in order to get the required data through interviews and documentation of the cooperation, between the Cakra Tani with farmer partners and continued data analysis with qualitative descriptive analysis method to obtain a conclusion. The results of this study indicate that the cooperation agreement concluded between the Chakra Tani and farmers in general are not in accordance with the rules of Islamic law. It is associated with the object muzara'ah where farmers are dominating the division of labor, while the Chakra Tani as the only provider of seed and as the buyer harvest of farmers."]},{"key":"dc:format","label":"Dc Format","values":["text","other"]},{"key":"dc:title","label":"Title","values":["Kemitraan usaha petani dalam perspektif hukum Islam: Studi di Desa Bendosewu Kecamatan Taun Kabupaten Blitar"]}]}],"canonical_facts":{"dc:creator":["Umam, Muh. Muslihul"],"dc:date":["2014-06-25"],"dc:date.issued":["2014-06"],"dc:description.abstract":["INDONESIA: Indonesia yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, yang tentu saja ingin mendapatkan hidup yang lebih baik dengan didukung semakin banyaknya perkembangan teknologi pertanian saat ini. Sehingga Pertanian perlu dikembangkan agar semakin maju, efisien dan diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian. yaitu dengan mengadakan kemitraan dengan pihak Cakra Tani selaku agen dari perusahaan penyedia benih dengan petani mitra di Desa Bendosewu Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Adapun akad yang digunakan adalah kerjasama bagi hasil dengan ketentuan di awal perjanjian. Dari permasalahan di atas peneliti ingin mengetahui bagaimana pelaksanaan kerjasama antara Petani dengan Cakra Tani di Desa Bendosewu Kecamatan Talun Kabupaten Blitar ditinjau dari Hukum Islam. Penelitian ini tergolong dalam penelitian empiris yang langsung terjun kelapangan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan tujuan mendapatkan data-data yang dibutuhkan melalui wawancara dan dokumentasi terhadap kerjasama antara pihak Cakra Tani dengan petani mitra dan dilanjutkan analisa data dengan metode analisis kualitatif deskriptif untuk mendapatkan sebuah kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa akad kerjasama yang dilakukan antara pihak Cakra Tani dengan petani secara umum tidak sesuai dengan aturan hukum Islam. Hal ini terkait dengan objek muzara’ah dimana petani lebih mendominasi dalam pembagian kerja sedangkan pihak Cakra Tani yang hanya sebagai pihak penyedia bibit dan sebagai pihak yang membeli hasil panen petani. ENGLISH: Majority Indonesian is farmers, to support the Indonesian economy is better supported by the increasing number of technological developments participate in improving the lives of the Indonesian people that the majority of farmers, thus Agriculture needs to be developed for the more advanced, efficient and geared to improve the quality and quantity of agricultural production. that the parties entered into a partnership with Cakra Tani as an agent of a provider of seed with partner farmers. The contract used in this agreement is the result of cooperation for the provision in the initial agreement. From the above problems researchers wanted to know how the implementation of the cooperation Farmers in the village of Cakra Tani Bendosewu Talun District of Blitar in terms of Islamic law. This study classified the empirical research that directly falls spaciousness. The approach used in this study is descriptive qualitative approach in order to get the required data through interviews and documentation of the cooperation, between the Cakra Tani with farmer partners and continued data analysis with qualitative descriptive analysis method to obtain a conclusion. The results of this study indicate that the cooperation agreement concluded between the Chakra Tani and farmers in general are not in accordance with the rules of Islamic law. It is associated with the object muzara'ah where farmers are dominating the division of labor, while the Chakra Tani as the only provider of seed and as the buyer harvest of farmers."],"dc:format":["text","other"],"dc:identifier.uri":["http://etheses.uin-malang.ac.id/350/1/10220001%20Pendahuluan.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/350/2/10220001Indonesia.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/350/3/10220001Inggris.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/350/4/10220001%20Arab.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/350/5/10220001%20Bab%201.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/350/6/10220001%20Bab%202.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/350/7/10220001%20Bab%203.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/350/8/10220001%20Bab%204.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/350/9/10220001%20Bab%205.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/350/10/10220001%20Daftar%20Pustaka.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/350/11/10220001%20Lampiran.rar","http://etheses.uin-malang.ac.id/350/12/10220001%20Ringkasan.pdf"],"dc:language":["id","en","ar"],"dc:publisher.department":["Fakultas Syari'ah Jurusan Hukum Bisnis Syariah"],"dc:publisher.institution":["Universitas Islan Negeri Maulana Malik Ibrahim"],"dc:relation.isreferencedby":["http://etheses.uin-malang.ac.id/350/"],"dc:subject":["18012713 al-Muzara’ah, al-Mukhabarah, al-Musaqah, al-Mugharasah (Pemanfaatan Lahan Pertanian)"],"dc:title":["Kemitraan usaha petani dalam perspektif hukum Islam: Studi di Desa Bendosewu Kecamatan Taun Kabupaten Blitar"],"dc:type":["Thesis"],"dc:type.qualificationlevel":["undergraduate"],"dc:type.qualificationname":["other"]},"updated_at":"2026-07-24T03:00:25Z"}