{"id":{"repo_id":"malang","oai_identifier":"oai:etheses.uin-malang.ac.id:223"},"canonical_url":"https://search.dev.ndltd.org/etd/malang/oai:etheses.uin-malang.ac.id:223","repository":{"repo_id":"malang","name":"Maulana Malik Ibrahim Islamic State University Malang","base_url":"http://etheses.uin-malang.ac.id/cgi/oai2"},"display":{"title":"Pelaksanaan resi gudang dalam UU no. 9 Tahun 2006 perspektif rahn: Studi di gedung komoditi sistem resi gudang malangsuko, Kecamatan Tumpang, Kabupaten malang","abstract":"INDONESIA: Turunnya harga komoditi di musim panen raya adalah masalah yang tidak bisa dihindari oleh petani. Pemerintah mencoba mengatasi hal ini dengan mengeluarkan peraturan tentang dokumen resi gudang. Dokumen ini yang nantinya bisa dijadikan jaminan ke Lembaga Keuangan Bank ataupun Non Bank. Dengan sistem resi gudang ini, petani diharapkan ketika panen raya tidak tergesa- gesa menjual panenannya kepada tengkulak yang cenderung mematok harga sangat murah. Dengan diterbitkannya resi gudang, petani dapat menjaminkan dokumen resi gudang tersebut dan mendapatkan pinjaman dari Lembaga Keuangan Bank atau Non Bank sesuai persyaratan yang berlaku. Dari kasus tersebut penulis mengangkat permasalahan (1) bagaimana pelaksanaan resi gudang yang digadaikan di Gudang Komoditi Malangsuko Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang ? (2) Bagaimana prespektif rahn terhadap pelaksanaan resi gudang tersebut ? Penelitian ini adalah penelitian empiris (yuridis sosiologis) dengan pendekatan kualitatif. Sumber data didapat dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dari hasil lapangan. Pengolahan data dari penelitian ini meliputi editing dan koding. Hasil dari penelitian ini, dalam pelaksanaan resi gudang adalah permohonan penyimpanan barang, surat pemberitahuan rencana barang masuk, berita acara barang masuk ini dilakukan setelah penilaian kesesuaian dan uji mutu, setelah itu resi gudang dapat diterbitkan. Permohonan barang keluar, permohonan dilakukan setelah kredit sudah dibayarkan, resi gudang diberikan kepada pihak pengelola, penandatangan berita acara barang keluar dan barang bisa dikeluarkan. Perspektif rahn pelaksanaan resi gudang yang dijaminkan ini sesuai pada waktu proses akad, persyaratan juga terpenuhi, bolehnya melakukan akad jual beli dengan pedagang di waktu harga normal, selama dalam pengetahuan Bank, ini diperbolehkan menurut rahn. Ada ketidaksesuaian terhadap adanya biaya tambahan (bunga) yang harus dibayarkan oleh nasabah, Bunga tersebut sudah ditentukan diawal perjanjian. Dan menurut rahn hal ini tidak diperbolehkan, karena adanya tambahan biaya yang harus dibayarkan oleh nasabah selain utang pokok itu sama saja dengan riba’. ENGLISH: The decrease of commodity price in large harvest is problem which cannot be avoided by Indonesian farmers. The government tries to cope with this case by making the rule of warehouse receipt documentation. This document can be an assurance to Institution of Bank Finances or non bank. By using warehouse receipt system, the farmers are expected to not sale their harvest to the middleman who gives low price. The farmers are able to assure of the warehouse receipt document and they can get loan from Institution of Bank Finances or non Bank according to obtained requirement by controlling the warehouse receipt document. This study has two question problems taken from the case which is mentioned above, those are: (1) How is the implementation of warehouse receipt which is pawned in Commodity Warehouse at Malangsuko-Tumpang-Malang regency? (2) How is Rahn perspective toward the implementation of warehouse receipt? This study is a kind of empiric research (juridicial sociology) by using qualitative method. The data source is taken by interviewing, observing the documentation from the field of research. Data processing of this study consists of editing, coding, and tabulating. The result of this study shows that the implementation of warehouse receipt has been suitable with the law requirement. The applied system is according to the procedure also, but the mechanism of publication process by the manager has long time until the donation can be acceptable. The implementation of this guarantee warehouse receipt by Rahn perspective is appropriate with the contract process, and the requirement is completed also. According to Rahn, the transaction of purchase and sale is permitted in the normal price situation. There is imbalance toward additional cost or interest which should be paid by the customer. The interest has been determined in the first agreement. However, this case should not be permitted because of the existence of additional cost or interest which should be paid by the customer, except the base debt is called by usury (riba’).","abstract_html":"INDONESIA: Turunnya harga komoditi di musim panen raya adalah masalah yang tidak bisa dihindari oleh petani. Pemerintah mencoba mengatasi hal ini dengan mengeluarkan peraturan tentang dokumen resi gudang. Dokumen ini yang nantinya bisa dijadikan jaminan ke Lembaga Keuangan Bank ataupun Non Bank. Dengan sistem resi gudang ini, petani diharapkan ketika panen raya tidak tergesa- gesa menjual panenannya kepada tengkulak yang cenderung mematok harga sangat murah. Dengan diterbitkannya resi gudang, petani dapat menjaminkan dokumen resi gudang tersebut dan mendapatkan pinjaman dari Lembaga Keuangan Bank atau Non Bank sesuai persyaratan yang berlaku. Dari kasus tersebut penulis mengangkat permasalahan (1) bagaimana pelaksanaan resi gudang yang digadaikan di Gudang Komoditi Malangsuko Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang ? (2) Bagaimana prespektif rahn terhadap pelaksanaan resi gudang tersebut ? Penelitian ini adalah penelitian empiris (yuridis sosiologis) dengan pendekatan kualitatif. Sumber data didapat dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dari hasil lapangan. Pengolahan data dari penelitian ini meliputi editing dan koding. Hasil dari penelitian ini, dalam pelaksanaan resi gudang adalah permohonan penyimpanan barang, surat pemberitahuan rencana barang masuk, berita acara barang masuk ini dilakukan setelah penilaian kesesuaian dan uji mutu, setelah itu resi gudang dapat diterbitkan. Permohonan barang keluar, permohonan dilakukan setelah kredit sudah dibayarkan, resi gudang diberikan kepada pihak pengelola, penandatangan berita acara barang keluar dan barang bisa dikeluarkan. Perspektif rahn pelaksanaan resi gudang yang dijaminkan ini sesuai pada waktu proses akad, persyaratan juga terpenuhi, bolehnya melakukan akad jual beli dengan pedagang di waktu harga normal, selama dalam pengetahuan Bank, ini diperbolehkan menurut rahn. Ada ketidaksesuaian terhadap adanya biaya tambahan (bunga) yang harus dibayarkan oleh nasabah, Bunga tersebut sudah ditentukan diawal perjanjian. Dan menurut rahn hal ini tidak diperbolehkan, karena adanya tambahan biaya yang harus dibayarkan oleh nasabah selain utang pokok itu sama saja dengan riba’. ENGLISH: The decrease of commodity price in large harvest is problem which cannot be avoided by Indonesian farmers. The government tries to cope with this case by making the rule of warehouse receipt documentation. This document can be an assurance to Institution of Bank Finances or non bank. By using warehouse receipt system, the farmers are expected to not sale their harvest to the middleman who gives low price. The farmers are able to assure of the warehouse receipt document and they can get loan from Institution of Bank Finances or non Bank according to obtained requirement by controlling the warehouse receipt document. This study has two question problems taken from the case which is mentioned above, those are: (1) How is the implementation of warehouse receipt which is pawned in Commodity Warehouse at Malangsuko-Tumpang-Malang regency? (2) How is Rahn perspective toward the implementation of warehouse receipt? This study is a kind of empiric research (juridicial sociology) by using qualitative method. The data source is taken by interviewing, observing the documentation from the field of research. Data processing of this study consists of editing, coding, and tabulating. The result of this study shows that the implementation of warehouse receipt has been suitable with the law requirement. The applied system is according to the procedure also, but the mechanism of publication process by the manager has long time until the donation can be acceptable. The implementation of this guarantee warehouse receipt by Rahn perspective is appropriate with the contract process, and the requirement is completed also. According to Rahn, the transaction of purchase and sale is permitted in the normal price situation. There is imbalance toward additional cost or interest which should be paid by the customer. The interest has been determined in the first agreement. However, this case should not be permitted because of the existence of additional cost or interest which should be paid by the customer, except the base debt is called by usury (riba’).","abstract_has_math":false,"creators":["Afifah, Lailatul"],"institution":"Universitas Islan Negeri Maulana Malik Ibrahim","degree_name":"other","degree_level":"undergraduate","degree_discipline":null,"degree_department":null,"school":null,"contributors":[],"advisors":[],"committee_chairs":[],"committee_members":[],"year":2015,"date_issued":"2015-03","date_published":"2015-03","updated_at":"2026-07-24T03:00:18Z","subjects":["18012705 al-Rahn (Pergadaian)"],"languages":["id","en","ar"],"rights":[],"rights_urls":[],"identifier_entries":[]},"links":{"outbound_url":"http://etheses.uin-malang.ac.id/223/12/11220081%20Lampiran.rar","outbound_label":"Repository record","outbound_source":"dc:identifier.uri"},"metadata_groups":[{"id":"people","label":"People","entries":[{"key":"dc:creator","label":"Author","values":["Afifah, Lailatul"]}]},{"id":"academic_context","label":"Academic Context","entries":[{"key":"dc:date","label":"Dc Date","values":["2015-03-13"]},{"key":"dc:date.issued","label":"Date","values":["2015-03"]},{"key":"dc:publisher.department","label":"Dc Publisher Department","values":["Fakultas Syari'ah Jurusan Hukum Bisnis Syariah"]},{"key":"dc:publisher.institution","label":"Dc Publisher Institution","values":["Universitas Islan Negeri Maulana Malik Ibrahim"]},{"key":"dc:relation.isreferencedby","label":"Dc Relation Isreferencedby","values":["http://etheses.uin-malang.ac.id/223/"]},{"key":"dc:type","label":"Dc Type","values":["Thesis"]},{"key":"dc:type.qualificationlevel","label":"Dc Type Qualificationlevel","values":["undergraduate"]},{"key":"dc:type.qualificationname","label":"Dc Type Qualificationname","values":["other"]}]},{"id":"subjects_keywords","label":"Subjects and Keywords","entries":[{"key":"dc:subject","label":"Dc Subject","values":["18012705 al-Rahn (Pergadaian)"]}]},{"id":"language_rights","label":"Language and Rights","entries":[{"key":"dc:language","label":"Dc Language","values":["id","en","ar"]}]},{"id":"identifiers","label":"Identifiers","entries":[{"key":"dc:identifier.uri","label":"Identifier URI","values":["http://etheses.uin-malang.ac.id/223/1/11220081%20Pendahuluan.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/223/2/11220081%20Indonesia.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/223/3/11220081%20Inggris.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/223/4/11220081%20Arab.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/223/5/11220081%20Bab%201.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/223/6/11220081%20Bab%202.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/223/7/11220081%20Bab%203.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/223/8/11220081%20Bab%205.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/223/9/11220081%20Bab%204.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/223/10/11220081%20Daftar%20Pustaka.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/223/12/11220081%20Lampiran.rar","http://etheses.uin-malang.ac.id/223/11/11220081%20Ringkasan.pdf"]}]},{"id":"additional","label":"Additional Metadata","entries":[{"key":"dc:description.abstract","label":"Abstract","values":["INDONESIA: Turunnya harga komoditi di musim panen raya adalah masalah yang tidak bisa dihindari oleh petani. Pemerintah mencoba mengatasi hal ini dengan mengeluarkan peraturan tentang dokumen resi gudang. Dokumen ini yang nantinya bisa dijadikan jaminan ke Lembaga Keuangan Bank ataupun Non Bank. Dengan sistem resi gudang ini, petani diharapkan ketika panen raya tidak tergesa- gesa menjual panenannya kepada tengkulak yang cenderung mematok harga sangat murah. Dengan diterbitkannya resi gudang, petani dapat menjaminkan dokumen resi gudang tersebut dan mendapatkan pinjaman dari Lembaga Keuangan Bank atau Non Bank sesuai persyaratan yang berlaku. Dari kasus tersebut penulis mengangkat permasalahan (1) bagaimana pelaksanaan resi gudang yang digadaikan di Gudang Komoditi Malangsuko Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang ? (2) Bagaimana prespektif rahn terhadap pelaksanaan resi gudang tersebut ? Penelitian ini adalah penelitian empiris (yuridis sosiologis) dengan pendekatan kualitatif. Sumber data didapat dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dari hasil lapangan. Pengolahan data dari penelitian ini meliputi editing dan koding. Hasil dari penelitian ini, dalam pelaksanaan resi gudang adalah permohonan penyimpanan barang, surat pemberitahuan rencana barang masuk, berita acara barang masuk ini dilakukan setelah penilaian kesesuaian dan uji mutu, setelah itu resi gudang dapat diterbitkan. Permohonan barang keluar, permohonan dilakukan setelah kredit sudah dibayarkan, resi gudang diberikan kepada pihak pengelola, penandatangan berita acara barang keluar dan barang bisa dikeluarkan. Perspektif rahn pelaksanaan resi gudang yang dijaminkan ini sesuai pada waktu proses akad, persyaratan juga terpenuhi, bolehnya melakukan akad jual beli dengan pedagang di waktu harga normal, selama dalam pengetahuan Bank, ini diperbolehkan menurut rahn. Ada ketidaksesuaian terhadap adanya biaya tambahan (bunga) yang harus dibayarkan oleh nasabah, Bunga tersebut sudah ditentukan diawal perjanjian. Dan menurut rahn hal ini tidak diperbolehkan, karena adanya tambahan biaya yang harus dibayarkan oleh nasabah selain utang pokok itu sama saja dengan riba’. ENGLISH: The decrease of commodity price in large harvest is problem which cannot be avoided by Indonesian farmers. The government tries to cope with this case by making the rule of warehouse receipt documentation. This document can be an assurance to Institution of Bank Finances or non bank. By using warehouse receipt system, the farmers are expected to not sale their harvest to the middleman who gives low price. The farmers are able to assure of the warehouse receipt document and they can get loan from Institution of Bank Finances or non Bank according to obtained requirement by controlling the warehouse receipt document. This study has two question problems taken from the case which is mentioned above, those are: (1) How is the implementation of warehouse receipt which is pawned in Commodity Warehouse at Malangsuko-Tumpang-Malang regency? (2) How is Rahn perspective toward the implementation of warehouse receipt? This study is a kind of empiric research (juridicial sociology) by using qualitative method. The data source is taken by interviewing, observing the documentation from the field of research. Data processing of this study consists of editing, coding, and tabulating. The result of this study shows that the implementation of warehouse receipt has been suitable with the law requirement. The applied system is according to the procedure also, but the mechanism of publication process by the manager has long time until the donation can be acceptable. The implementation of this guarantee warehouse receipt by Rahn perspective is appropriate with the contract process, and the requirement is completed also. According to Rahn, the transaction of purchase and sale is permitted in the normal price situation. There is imbalance toward additional cost or interest which should be paid by the customer. The interest has been determined in the first agreement. However, this case should not be permitted because of the existence of additional cost or interest which should be paid by the customer, except the base debt is called by usury (riba’)."]},{"key":"dc:format","label":"Dc Format","values":["text","other"]},{"key":"dc:title","label":"Title","values":["Pelaksanaan resi gudang dalam UU no. 9 Tahun 2006 perspektif rahn: Studi di gedung komoditi sistem resi gudang malangsuko, Kecamatan Tumpang, Kabupaten malang"]}]}],"canonical_facts":{"dc:creator":["Afifah, Lailatul"],"dc:date":["2015-03-13"],"dc:date.issued":["2015-03"],"dc:description.abstract":["INDONESIA: Turunnya harga komoditi di musim panen raya adalah masalah yang tidak bisa dihindari oleh petani. Pemerintah mencoba mengatasi hal ini dengan mengeluarkan peraturan tentang dokumen resi gudang. Dokumen ini yang nantinya bisa dijadikan jaminan ke Lembaga Keuangan Bank ataupun Non Bank. Dengan sistem resi gudang ini, petani diharapkan ketika panen raya tidak tergesa- gesa menjual panenannya kepada tengkulak yang cenderung mematok harga sangat murah. Dengan diterbitkannya resi gudang, petani dapat menjaminkan dokumen resi gudang tersebut dan mendapatkan pinjaman dari Lembaga Keuangan Bank atau Non Bank sesuai persyaratan yang berlaku. Dari kasus tersebut penulis mengangkat permasalahan (1) bagaimana pelaksanaan resi gudang yang digadaikan di Gudang Komoditi Malangsuko Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang ? (2) Bagaimana prespektif rahn terhadap pelaksanaan resi gudang tersebut ? Penelitian ini adalah penelitian empiris (yuridis sosiologis) dengan pendekatan kualitatif. Sumber data didapat dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dari hasil lapangan. Pengolahan data dari penelitian ini meliputi editing dan koding. Hasil dari penelitian ini, dalam pelaksanaan resi gudang adalah permohonan penyimpanan barang, surat pemberitahuan rencana barang masuk, berita acara barang masuk ini dilakukan setelah penilaian kesesuaian dan uji mutu, setelah itu resi gudang dapat diterbitkan. Permohonan barang keluar, permohonan dilakukan setelah kredit sudah dibayarkan, resi gudang diberikan kepada pihak pengelola, penandatangan berita acara barang keluar dan barang bisa dikeluarkan. Perspektif rahn pelaksanaan resi gudang yang dijaminkan ini sesuai pada waktu proses akad, persyaratan juga terpenuhi, bolehnya melakukan akad jual beli dengan pedagang di waktu harga normal, selama dalam pengetahuan Bank, ini diperbolehkan menurut rahn. Ada ketidaksesuaian terhadap adanya biaya tambahan (bunga) yang harus dibayarkan oleh nasabah, Bunga tersebut sudah ditentukan diawal perjanjian. Dan menurut rahn hal ini tidak diperbolehkan, karena adanya tambahan biaya yang harus dibayarkan oleh nasabah selain utang pokok itu sama saja dengan riba’. ENGLISH: The decrease of commodity price in large harvest is problem which cannot be avoided by Indonesian farmers. The government tries to cope with this case by making the rule of warehouse receipt documentation. This document can be an assurance to Institution of Bank Finances or non bank. By using warehouse receipt system, the farmers are expected to not sale their harvest to the middleman who gives low price. The farmers are able to assure of the warehouse receipt document and they can get loan from Institution of Bank Finances or non Bank according to obtained requirement by controlling the warehouse receipt document. This study has two question problems taken from the case which is mentioned above, those are: (1) How is the implementation of warehouse receipt which is pawned in Commodity Warehouse at Malangsuko-Tumpang-Malang regency? (2) How is Rahn perspective toward the implementation of warehouse receipt? This study is a kind of empiric research (juridicial sociology) by using qualitative method. The data source is taken by interviewing, observing the documentation from the field of research. Data processing of this study consists of editing, coding, and tabulating. The result of this study shows that the implementation of warehouse receipt has been suitable with the law requirement. The applied system is according to the procedure also, but the mechanism of publication process by the manager has long time until the donation can be acceptable. The implementation of this guarantee warehouse receipt by Rahn perspective is appropriate with the contract process, and the requirement is completed also. According to Rahn, the transaction of purchase and sale is permitted in the normal price situation. There is imbalance toward additional cost or interest which should be paid by the customer. The interest has been determined in the first agreement. However, this case should not be permitted because of the existence of additional cost or interest which should be paid by the customer, except the base debt is called by usury (riba’)."],"dc:format":["text","other"],"dc:identifier.uri":["http://etheses.uin-malang.ac.id/223/1/11220081%20Pendahuluan.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/223/2/11220081%20Indonesia.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/223/3/11220081%20Inggris.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/223/4/11220081%20Arab.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/223/5/11220081%20Bab%201.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/223/6/11220081%20Bab%202.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/223/7/11220081%20Bab%203.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/223/8/11220081%20Bab%205.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/223/9/11220081%20Bab%204.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/223/10/11220081%20Daftar%20Pustaka.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/223/12/11220081%20Lampiran.rar","http://etheses.uin-malang.ac.id/223/11/11220081%20Ringkasan.pdf"],"dc:language":["id","en","ar"],"dc:publisher.department":["Fakultas Syari'ah Jurusan Hukum Bisnis Syariah"],"dc:publisher.institution":["Universitas Islan Negeri Maulana Malik Ibrahim"],"dc:relation.isreferencedby":["http://etheses.uin-malang.ac.id/223/"],"dc:subject":["18012705 al-Rahn (Pergadaian)"],"dc:title":["Pelaksanaan resi gudang dalam UU no. 9 Tahun 2006 perspektif rahn: Studi di gedung komoditi sistem resi gudang malangsuko, Kecamatan Tumpang, Kabupaten malang"],"dc:type":["Thesis"],"dc:type.qualificationlevel":["undergraduate"],"dc:type.qualificationname":["other"]},"updated_at":"2026-07-24T03:00:18Z"}