{"id":{"repo_id":"malang","oai_identifier":"oai:etheses.uin-malang.ac.id:1748"},"canonical_url":"https://search.dev.ndltd.org/etd/malang/oai:etheses.uin-malang.ac.id:1748","repository":{"repo_id":"malang","name":"Maulana Malik Ibrahim Islamic State University Malang","base_url":"http://etheses.uin-malang.ac.id/cgi/oai2"},"display":{"title":"Hubungan Self efficacy dengan intensi mencontek pada saat ujian akhir semester (UAS) pada mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas Saintek UIN Malang Tahun Ajaran 2012/2013","abstract":"INDONESIA: Prestasi adalah salah satu hal yang penting dalam proses pendidikan. Berdasarkan hal tersebut, mahasiswa yang memiliki self efficacy yang tinggi tidak akan melakukan kecurangan atau menyontek khususnya pada saat ujian. Menurut Bandura, keyakinan seseorang terhadap kemampuan yang dimiliki berpengaruh terhadap pola pikir seseorang. Ketika seseorang memiliki self efficacy yang tinggi maka intensi/ niat menconteknya menjadi rendah. Berdasarkan penjelasan diatas, tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti hubungan antara self efficacy dan intensi menyontek. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif korelasional dengan menggunakan 40 mahasiswa dari total 394 jumlah populasi mahasiswa biologi. Sedangkan instrumen utama yang digunakan adalah kuisioner dan wawancara sebagai instrumen pendukung. Kuesioner tersebut digunakan untuk mengukur self efficacy dan intensi menyontek. Analisi data dilakukan dengan menggunakan produck moment dengan SPSS for windows 17.0. Berdasarkan hasil analisis tersebut menunjukkan adanya hubungan negatif dan signifikan antara self efficacy dengan intensi mencontek yang ditunjukkan oleh angka korelasi rxy = -0,556 dengan signifikan 0,000≤ 0,0312 (P<0,01). Artinya adalah bahwa hubungan kedua variabel tersebut berarti semakin tinggi tingkat self efficacy mahasiswa, maka akan semakin rendah intensi mencontek, sebaliknya semakin rendah tingkat self efficacy mahasiswa maka akan semakin tinggi intensi menconteknya. ENGLISH: Achievement is the one of important thing for the education process. Based on these, students with high self efficacy would’n do cheating activity, especially in exam. According to Bandura, efficacy beliefs contributed to accomplishments both motivationally and through support of strategic thinking. Perceived self efficacy and cheating intensity, there high of self efficacy so there low of cheating intensity. Based on those explanations, the researcher likes to conduct the research about the relationship between self efficacy and cheating intensity. This research is correlative quantitative research that used 40 students of 394 (total population) students of majors biology. The research instruments are questionnaire and using interview. Questionnaire is used to measure self efficacy and cheating intensity. The data analysis form used product moment with SPSS for windows 17,0 helping. Based on the results of the analysis, a negative and significant relationship between self-efficacy and the intensity of cheating is indicated. It is drawn by the number of correlation rxy = Rxy = -0,556, sig = -0,000 ≤ 0,0312 (P<0,01 ) level of significant. This means that the higher level of student’s self- concept, the lower the intensity to cheat. Yet, the lower the student’s self-efficacy, the higher the intensity of cheating.","abstract_html":"INDONESIA: Prestasi adalah salah satu hal yang penting dalam proses pendidikan. Berdasarkan hal tersebut, mahasiswa yang memiliki self efficacy yang tinggi tidak akan melakukan kecurangan atau menyontek khususnya pada saat ujian. Menurut Bandura, keyakinan seseorang terhadap kemampuan yang dimiliki berpengaruh terhadap pola pikir seseorang. Ketika seseorang memiliki self efficacy yang tinggi maka intensi/ niat menconteknya menjadi rendah. Berdasarkan penjelasan diatas, tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti hubungan antara self efficacy dan intensi menyontek. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif korelasional dengan menggunakan 40 mahasiswa dari total 394 jumlah populasi mahasiswa biologi. Sedangkan instrumen utama yang digunakan adalah kuisioner dan wawancara sebagai instrumen pendukung. Kuesioner tersebut digunakan untuk mengukur self efficacy dan intensi menyontek. Analisi data dilakukan dengan menggunakan produck moment dengan SPSS for windows 17.0. Berdasarkan hasil analisis tersebut menunjukkan adanya hubungan negatif dan signifikan antara self efficacy dengan intensi mencontek yang ditunjukkan oleh angka korelasi rxy = -0,556 dengan signifikan 0,000≤ 0,0312 (P&lt;0,01). Artinya adalah bahwa hubungan kedua variabel tersebut berarti semakin tinggi tingkat self efficacy mahasiswa, maka akan semakin rendah intensi mencontek, sebaliknya semakin rendah tingkat self efficacy mahasiswa maka akan semakin tinggi intensi menconteknya. ENGLISH: Achievement is the one of important thing for the education process. Based on these, students with high self efficacy would’n do cheating activity, especially in exam. According to Bandura, efficacy beliefs contributed to accomplishments both motivationally and through support of strategic thinking. Perceived self efficacy and cheating intensity, there high of self efficacy so there low of cheating intensity. Based on those explanations, the researcher likes to conduct the research about the relationship between self efficacy and cheating intensity. This research is correlative quantitative research that used 40 students of 394 (total population) students of majors biology. The research instruments are questionnaire and using interview. Questionnaire is used to measure self efficacy and cheating intensity. The data analysis form used product moment with SPSS for windows 17,0 helping. Based on the results of the analysis, a negative and significant relationship between self-efficacy and the intensity of cheating is indicated. It is drawn by the number of correlation rxy = Rxy = -0,556, sig = -0,000 ≤ 0,0312 (P&lt;0,01 ) level of significant. This means that the higher level of student’s self- concept, the lower the intensity to cheat. Yet, the lower the student’s self-efficacy, the higher the intensity of cheating.","abstract_has_math":false,"creators":["Mu'arofah, Binti"],"institution":"Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim","degree_name":"other","degree_level":"undergraduate","degree_discipline":null,"degree_department":null,"school":null,"contributors":[],"advisors":[],"committee_chairs":[],"committee_members":[],"year":2013,"date_issued":"2013-07","date_published":"2013-07","updated_at":"2026-07-24T03:01:52Z","subjects":["170103 Educational Psychology"],"languages":["id","en"],"rights":[],"rights_urls":[],"identifier_entries":[]},"links":{"outbound_url":"http://etheses.uin-malang.ac.id/1748/10/09410110_Lampiran.rar","outbound_label":"Repository record","outbound_source":"dc:identifier.uri"},"metadata_groups":[{"id":"people","label":"People","entries":[{"key":"dc:creator","label":"Author","values":["Mu'arofah, Binti"]}]},{"id":"academic_context","label":"Academic Context","entries":[{"key":"dc:date","label":"Dc Date","values":["2013-07-24"]},{"key":"dc:date.issued","label":"Date","values":["2013-07"]},{"key":"dc:publisher.department","label":"Dc Publisher Department","values":["Fakultas Psikologi"]},{"key":"dc:publisher.institution","label":"Dc Publisher Institution","values":["Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim"]},{"key":"dc:relation.isreferencedby","label":"Dc Relation Isreferencedby","values":["http://etheses.uin-malang.ac.id/1748/"]},{"key":"dc:type","label":"Dc Type","values":["Thesis"]},{"key":"dc:type.qualificationlevel","label":"Dc Type Qualificationlevel","values":["undergraduate"]},{"key":"dc:type.qualificationname","label":"Dc Type Qualificationname","values":["other"]}]},{"id":"subjects_keywords","label":"Subjects and Keywords","entries":[{"key":"dc:subject","label":"Dc Subject","values":["170103 Educational Psychology"]}]},{"id":"language_rights","label":"Language and Rights","entries":[{"key":"dc:language","label":"Dc Language","values":["id","en"]}]},{"id":"identifiers","label":"Identifiers","entries":[{"key":"dc:identifier.uri","label":"Identifier URI","values":["http://etheses.uin-malang.ac.id/1748/1/09410110_Pendahuluan.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/1748/2/09410110_Indonesia.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/1748/3/09410110_Inggris.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/1748/4/09410110_Bab_1.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/1748/5/09410110_Bab_2.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/1748/6/09410110_Bab_3.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/1748/7/09410110_Bab_4.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/1748/8/09410110_Bab_5.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/1748/9/09410110_Daftar_Pustaka.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/1748/10/09410110_Lampiran.rar"]}]},{"id":"additional","label":"Additional Metadata","entries":[{"key":"dc:description.abstract","label":"Abstract","values":["INDONESIA: Prestasi adalah salah satu hal yang penting dalam proses pendidikan. Berdasarkan hal tersebut, mahasiswa yang memiliki self efficacy yang tinggi tidak akan melakukan kecurangan atau menyontek khususnya pada saat ujian. Menurut Bandura, keyakinan seseorang terhadap kemampuan yang dimiliki berpengaruh terhadap pola pikir seseorang. Ketika seseorang memiliki self efficacy yang tinggi maka intensi/ niat menconteknya menjadi rendah. Berdasarkan penjelasan diatas, tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti hubungan antara self efficacy dan intensi menyontek. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif korelasional dengan menggunakan 40 mahasiswa dari total 394 jumlah populasi mahasiswa biologi. Sedangkan instrumen utama yang digunakan adalah kuisioner dan wawancara sebagai instrumen pendukung. Kuesioner tersebut digunakan untuk mengukur self efficacy dan intensi menyontek. Analisi data dilakukan dengan menggunakan produck moment dengan SPSS for windows 17.0. Berdasarkan hasil analisis tersebut menunjukkan adanya hubungan negatif dan signifikan antara self efficacy dengan intensi mencontek yang ditunjukkan oleh angka korelasi rxy = -0,556 dengan signifikan 0,000≤ 0,0312 (P<0,01). Artinya adalah bahwa hubungan kedua variabel tersebut berarti semakin tinggi tingkat self efficacy mahasiswa, maka akan semakin rendah intensi mencontek, sebaliknya semakin rendah tingkat self efficacy mahasiswa maka akan semakin tinggi intensi menconteknya. ENGLISH: Achievement is the one of important thing for the education process. Based on these, students with high self efficacy would’n do cheating activity, especially in exam. According to Bandura, efficacy beliefs contributed to accomplishments both motivationally and through support of strategic thinking. Perceived self efficacy and cheating intensity, there high of self efficacy so there low of cheating intensity. Based on those explanations, the researcher likes to conduct the research about the relationship between self efficacy and cheating intensity. This research is correlative quantitative research that used 40 students of 394 (total population) students of majors biology. The research instruments are questionnaire and using interview. Questionnaire is used to measure self efficacy and cheating intensity. The data analysis form used product moment with SPSS for windows 17,0 helping. Based on the results of the analysis, a negative and significant relationship between self-efficacy and the intensity of cheating is indicated. It is drawn by the number of correlation rxy = Rxy = -0,556, sig = -0,000 ≤ 0,0312 (P<0,01 ) level of significant. This means that the higher level of student’s self- concept, the lower the intensity to cheat. Yet, the lower the student’s self-efficacy, the higher the intensity of cheating."]},{"key":"dc:format","label":"Dc Format","values":["text","other"]},{"key":"dc:title","label":"Title","values":["Hubungan Self efficacy dengan intensi mencontek pada saat ujian akhir semester (UAS) pada mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas Saintek UIN Malang Tahun Ajaran 2012/2013"]}]}],"canonical_facts":{"dc:creator":["Mu'arofah, Binti"],"dc:date":["2013-07-24"],"dc:date.issued":["2013-07"],"dc:description.abstract":["INDONESIA: Prestasi adalah salah satu hal yang penting dalam proses pendidikan. Berdasarkan hal tersebut, mahasiswa yang memiliki self efficacy yang tinggi tidak akan melakukan kecurangan atau menyontek khususnya pada saat ujian. Menurut Bandura, keyakinan seseorang terhadap kemampuan yang dimiliki berpengaruh terhadap pola pikir seseorang. Ketika seseorang memiliki self efficacy yang tinggi maka intensi/ niat menconteknya menjadi rendah. Berdasarkan penjelasan diatas, tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti hubungan antara self efficacy dan intensi menyontek. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif korelasional dengan menggunakan 40 mahasiswa dari total 394 jumlah populasi mahasiswa biologi. Sedangkan instrumen utama yang digunakan adalah kuisioner dan wawancara sebagai instrumen pendukung. Kuesioner tersebut digunakan untuk mengukur self efficacy dan intensi menyontek. Analisi data dilakukan dengan menggunakan produck moment dengan SPSS for windows 17.0. Berdasarkan hasil analisis tersebut menunjukkan adanya hubungan negatif dan signifikan antara self efficacy dengan intensi mencontek yang ditunjukkan oleh angka korelasi rxy = -0,556 dengan signifikan 0,000≤ 0,0312 (P<0,01). Artinya adalah bahwa hubungan kedua variabel tersebut berarti semakin tinggi tingkat self efficacy mahasiswa, maka akan semakin rendah intensi mencontek, sebaliknya semakin rendah tingkat self efficacy mahasiswa maka akan semakin tinggi intensi menconteknya. ENGLISH: Achievement is the one of important thing for the education process. Based on these, students with high self efficacy would’n do cheating activity, especially in exam. According to Bandura, efficacy beliefs contributed to accomplishments both motivationally and through support of strategic thinking. Perceived self efficacy and cheating intensity, there high of self efficacy so there low of cheating intensity. Based on those explanations, the researcher likes to conduct the research about the relationship between self efficacy and cheating intensity. This research is correlative quantitative research that used 40 students of 394 (total population) students of majors biology. The research instruments are questionnaire and using interview. Questionnaire is used to measure self efficacy and cheating intensity. The data analysis form used product moment with SPSS for windows 17,0 helping. Based on the results of the analysis, a negative and significant relationship between self-efficacy and the intensity of cheating is indicated. It is drawn by the number of correlation rxy = Rxy = -0,556, sig = -0,000 ≤ 0,0312 (P<0,01 ) level of significant. This means that the higher level of student’s self- concept, the lower the intensity to cheat. Yet, the lower the student’s self-efficacy, the higher the intensity of cheating."],"dc:format":["text","other"],"dc:identifier.uri":["http://etheses.uin-malang.ac.id/1748/1/09410110_Pendahuluan.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/1748/2/09410110_Indonesia.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/1748/3/09410110_Inggris.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/1748/4/09410110_Bab_1.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/1748/5/09410110_Bab_2.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/1748/6/09410110_Bab_3.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/1748/7/09410110_Bab_4.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/1748/8/09410110_Bab_5.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/1748/9/09410110_Daftar_Pustaka.pdf","http://etheses.uin-malang.ac.id/1748/10/09410110_Lampiran.rar"],"dc:language":["id","en"],"dc:publisher.department":["Fakultas Psikologi"],"dc:publisher.institution":["Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim"],"dc:relation.isreferencedby":["http://etheses.uin-malang.ac.id/1748/"],"dc:subject":["170103 Educational Psychology"],"dc:title":["Hubungan Self efficacy dengan intensi mencontek pada saat ujian akhir semester (UAS) pada mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas Saintek UIN Malang Tahun Ajaran 2012/2013"],"dc:type":["Thesis"],"dc:type.qualificationlevel":["undergraduate"],"dc:type.qualificationname":["other"]},"updated_at":"2026-07-24T03:01:52Z"}