{"id":{"repo_id":"malang","oai_identifier":"oai:etheses.uin-malang.ac.id:1176"},"canonical_url":"https://search.dev.ndltd.org/etd/malang/oai:etheses.uin-malang.ac.id:1176","repository":{"repo_id":"malang","name":"Maulana Malik Ibrahim Islamic State University Malang","base_url":"http://etheses.uin-malang.ac.id/cgi/oai2"},"display":{"title":"Pengaruh pemberian ekstrak daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dosis tinggi sebagai bahan antifertilitas terhadap kadar enzim GPT-GOT dan gambaran histologi hepar mencit (Mus musculus) Betina","abstract":"INDONESIA: Metode kontrasepsi hormonal banyak mempunyai efek samping. Salah satu efek sampingnya adalah gangguan fungsi hati. Kerusakan hati dapat dideteksi dengan cara mengukur kadar enzim transaminase GOT-GPT hati. Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) diduga berpotensi sebagai bahan antifertilitas karena mengandung beberapa bahan aktif sebagai bahan antifertilitas. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui keefektifan pegagan dalam dosis tinggi sebagai bahan kontrasepsi alami tanpa adanya efek samping terhadap organ tubuh seperti hati. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biosistematik Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bulan Februari-April 2010. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 kali ulangan. Apabila terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 95%. Perlakuan yang digunakan adalah ekstrak daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dosis 0 mg/Kg BB (kontrol), 125 mg/Kg BB, 200 mg/Kg BB dan 275 mg/Kg BB. Hewan yang digunakan adalah mencit betina fertil sebanyak 24 ekor. Data hasil penelitian meliputi kadar enzim GPT- GOT hepar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pegagan dosis tinggi sebagai bahan antifertilitas tidak berpengaruh terhadap kadar enzim GPT-GOT hepar mencit. Rerata kadar enzim GPT-GOT cenderung meningkat, peningkatan tersebut masih berada dalam batas kadar normal. Pemberian ekstrak daun pegagan dapat menyebabkan kerusakan (nekrosis) pada histologi hati mencit hanya pada dosis 200 mg/Kg BB.","abstract_html":"INDONESIA: Metode kontrasepsi hormonal banyak mempunyai efek samping. Salah satu efek sampingnya adalah gangguan fungsi hati. Kerusakan hati dapat dideteksi dengan cara mengukur kadar enzim transaminase GOT-GPT hati. Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) diduga berpotensi sebagai bahan antifertilitas karena mengandung beberapa bahan aktif sebagai bahan antifertilitas. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui keefektifan pegagan dalam dosis tinggi sebagai bahan kontrasepsi alami tanpa adanya efek samping terhadap organ tubuh seperti hati. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biosistematik Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bulan Februari-April 2010. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 kali ulangan. Apabila terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 95%. Perlakuan yang digunakan adalah ekstrak daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dosis 0 mg/Kg BB (kontrol), 125 mg/Kg BB, 200 mg/Kg BB dan 275 mg/Kg BB. Hewan yang digunakan adalah mencit betina fertil sebanyak 24 ekor. Data hasil penelitian meliputi kadar enzim GPT- GOT hepar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pegagan dosis tinggi sebagai bahan antifertilitas tidak berpengaruh terhadap kadar enzim GPT-GOT hepar mencit. Rerata kadar enzim GPT-GOT cenderung meningkat, peningkatan tersebut masih berada dalam batas kadar normal. Pemberian ekstrak daun pegagan dapat menyebabkan kerusakan (nekrosis) pada histologi hati mencit hanya pada dosis 200 mg/Kg BB.","abstract_has_math":false,"creators":["Nadhifah, Umi Hawwin"],"institution":"Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim","degree_name":"other","degree_level":"undergraduate","degree_discipline":null,"degree_department":null,"school":null,"contributors":[],"advisors":[],"committee_chairs":[],"committee_members":[],"year":2010,"date_issued":"2010-10","date_published":"2010-10","updated_at":"2026-07-24T03:01:21Z","subjects":["060807 Animal Structure and Function"],"languages":["id"],"rights":[],"rights_urls":[],"identifier_entries":[]},"links":{"outbound_url":null,"outbound_label":null,"outbound_source":null},"metadata_groups":[{"id":"people","label":"People","entries":[{"key":"dc:creator","label":"Author","values":["Nadhifah, Umi Hawwin"]}]},{"id":"academic_context","label":"Academic Context","entries":[{"key":"dc:date","label":"Dc Date","values":["2010-10-18"]},{"key":"dc:date.issued","label":"Date","values":["2010-10"]},{"key":"dc:publisher.department","label":"Dc Publisher Department","values":["Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi"]},{"key":"dc:publisher.institution","label":"Dc Publisher Institution","values":["Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim"]},{"key":"dc:relation.isreferencedby","label":"Dc Relation Isreferencedby","values":["http://etheses.uin-malang.ac.id/1176/"]},{"key":"dc:type","label":"Dc Type","values":["Thesis"]},{"key":"dc:type.qualificationlevel","label":"Dc Type Qualificationlevel","values":["undergraduate"]},{"key":"dc:type.qualificationname","label":"Dc Type Qualificationname","values":["other"]}]},{"id":"subjects_keywords","label":"Subjects and Keywords","entries":[{"key":"dc:subject","label":"Dc Subject","values":["060807 Animal Structure and Function"]}]},{"id":"language_rights","label":"Language and Rights","entries":[{"key":"dc:language","label":"Dc Language","values":["id"]}]},{"id":"identifiers","label":"Identifiers","entries":[{"key":"dc:identifier.uri","label":"Identifier URI","values":["http://etheses.uin-malang.ac.id/1176/1/06520036_Skripsi.pdf"]}]},{"id":"additional","label":"Additional Metadata","entries":[{"key":"dc:description.abstract","label":"Abstract","values":["INDONESIA: Metode kontrasepsi hormonal banyak mempunyai efek samping. Salah satu efek sampingnya adalah gangguan fungsi hati. Kerusakan hati dapat dideteksi dengan cara mengukur kadar enzim transaminase GOT-GPT hati. Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) diduga berpotensi sebagai bahan antifertilitas karena mengandung beberapa bahan aktif sebagai bahan antifertilitas. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui keefektifan pegagan dalam dosis tinggi sebagai bahan kontrasepsi alami tanpa adanya efek samping terhadap organ tubuh seperti hati. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biosistematik Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bulan Februari-April 2010. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 kali ulangan. Apabila terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 95%. Perlakuan yang digunakan adalah ekstrak daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dosis 0 mg/Kg BB (kontrol), 125 mg/Kg BB, 200 mg/Kg BB dan 275 mg/Kg BB. Hewan yang digunakan adalah mencit betina fertil sebanyak 24 ekor. Data hasil penelitian meliputi kadar enzim GPT- GOT hepar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pegagan dosis tinggi sebagai bahan antifertilitas tidak berpengaruh terhadap kadar enzim GPT-GOT hepar mencit. Rerata kadar enzim GPT-GOT cenderung meningkat, peningkatan tersebut masih berada dalam batas kadar normal. Pemberian ekstrak daun pegagan dapat menyebabkan kerusakan (nekrosis) pada histologi hati mencit hanya pada dosis 200 mg/Kg BB."]},{"key":"dc:format","label":"Dc Format","values":["text"]},{"key":"dc:title","label":"Title","values":["Pengaruh pemberian ekstrak daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dosis tinggi sebagai bahan antifertilitas terhadap kadar enzim GPT-GOT dan gambaran histologi hepar mencit (Mus musculus) Betina"]}]}],"canonical_facts":{"dc:creator":["Nadhifah, Umi Hawwin"],"dc:date":["2010-10-18"],"dc:date.issued":["2010-10"],"dc:description.abstract":["INDONESIA: Metode kontrasepsi hormonal banyak mempunyai efek samping. Salah satu efek sampingnya adalah gangguan fungsi hati. Kerusakan hati dapat dideteksi dengan cara mengukur kadar enzim transaminase GOT-GPT hati. Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) diduga berpotensi sebagai bahan antifertilitas karena mengandung beberapa bahan aktif sebagai bahan antifertilitas. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui keefektifan pegagan dalam dosis tinggi sebagai bahan kontrasepsi alami tanpa adanya efek samping terhadap organ tubuh seperti hati. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biosistematik Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bulan Februari-April 2010. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 kali ulangan. Apabila terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 95%. Perlakuan yang digunakan adalah ekstrak daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dosis 0 mg/Kg BB (kontrol), 125 mg/Kg BB, 200 mg/Kg BB dan 275 mg/Kg BB. Hewan yang digunakan adalah mencit betina fertil sebanyak 24 ekor. Data hasil penelitian meliputi kadar enzim GPT- GOT hepar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pegagan dosis tinggi sebagai bahan antifertilitas tidak berpengaruh terhadap kadar enzim GPT-GOT hepar mencit. Rerata kadar enzim GPT-GOT cenderung meningkat, peningkatan tersebut masih berada dalam batas kadar normal. Pemberian ekstrak daun pegagan dapat menyebabkan kerusakan (nekrosis) pada histologi hati mencit hanya pada dosis 200 mg/Kg BB."],"dc:format":["text"],"dc:identifier.uri":["http://etheses.uin-malang.ac.id/1176/1/06520036_Skripsi.pdf"],"dc:language":["id"],"dc:publisher.department":["Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi"],"dc:publisher.institution":["Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim"],"dc:relation.isreferencedby":["http://etheses.uin-malang.ac.id/1176/"],"dc:subject":["060807 Animal Structure and Function"],"dc:title":["Pengaruh pemberian ekstrak daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dosis tinggi sebagai bahan antifertilitas terhadap kadar enzim GPT-GOT dan gambaran histologi hepar mencit (Mus musculus) Betina"],"dc:type":["Thesis"],"dc:type.qualificationlevel":["undergraduate"],"dc:type.qualificationname":["other"]},"updated_at":"2026-07-24T03:01:21Z"}