{"id":{"repo_id":"malang","oai_identifier":"oai:etheses.uin-malang.ac.id:1104"},"canonical_url":"https://search.dev.ndltd.org/etd/malang/oai:etheses.uin-malang.ac.id:1104","repository":{"repo_id":"malang","name":"Maulana Malik Ibrahim Islamic State University Malang","base_url":"http://etheses.uin-malang.ac.id/cgi/oai2"},"display":{"title":"Pengaruh lama stres dan diet atherogenik terhadap pembentukan foam cell arteri cerbral otak tikus (Rattus norvegicus) jantan galur sprague dawley","abstract":"INDONESIA: Atherosklerosis dapat timbul akibat stres dan konsumsi makanan tinggi kolesterol (hiperkolesterol). Akibat dari stres berat dan hiperkolesterol menyebabkan timbulnya plak dalam lapisan endotel pada arteri yang nantinya berkembang menjadi sel busa (foam cell) dan dapat menyumbat pembuluh darah arteri cerebral otak atau disebut juga dengan penyakit stroke (Cerebro Vascular Acident). Kelebihan kadar kolesterol juga berakibat pada tingginya kadar kolesterol total dan trigliserida serum darah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh lama stres dan diet atherogenik terhadap pembentukan foam cell arteri cerebral otak dan profil lipid serum darah tikus (Rattus norvegicus) jantan Galur Sprague Dawley. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 (tiga) faktor. Faktor pertama adalah paparan stres predator. Faktor kedua adalah pemberian diet atherogenik (hiperkolesterol). Faktor ketiga adalah lama 4 minggu dan 8 minggu. Data dengan perhitungan Analisis Varians jika menunjukkan beda nyata maka diuji lanjut dengan uji BNT 5%, dan jika ingin mengetahui perbedaan lama pemberian paparan stres dan diet atherogenik maka diuji lanjut dengan uji t tidak berpasangan. Hasil uji BNT 5% kadar kolesterol total dan trigliserida serum darah tikus berbeda nyata antara perlakuan pakan normal dan pakan diet, tetapi tidak terdapat beda nyata pada interaksi perlakuan stres dan diet atherogenik. Uji t tidak berpasangan pada kadar kolesterol total dan trigliserida serum darah menunjukkan t hitung > t tabel(0.05) yaitu selisih antara lama 4 minggu > selisih lama 8 minggu. Pada uji BNT 5% pembentukan foam cell arteri cerebral otak tikus menunjukkan beda nyata interaksi antara perlakuan lama stres dan diet atherogenik. Hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa lama stres dan diet atherogenik merupakan salah satu faktor proses pertumbuhan penyakit atherosclerosis, dan untuk mendapatkan pengaruh yang nyata perlu peningkatan lama pemberian paparan stres dan diet hiperkolesterol.","abstract_html":"INDONESIA: Atherosklerosis dapat timbul akibat stres dan konsumsi makanan tinggi kolesterol (hiperkolesterol). Akibat dari stres berat dan hiperkolesterol menyebabkan timbulnya plak dalam lapisan endotel pada arteri yang nantinya berkembang menjadi sel busa (foam cell) dan dapat menyumbat pembuluh darah arteri cerebral otak atau disebut juga dengan penyakit stroke (Cerebro Vascular Acident). Kelebihan kadar kolesterol juga berakibat pada tingginya kadar kolesterol total dan trigliserida serum darah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh lama stres dan diet atherogenik terhadap pembentukan foam cell arteri cerebral otak dan profil lipid serum darah tikus (Rattus norvegicus) jantan Galur Sprague Dawley. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 (tiga) faktor. Faktor pertama adalah paparan stres predator. Faktor kedua adalah pemberian diet atherogenik (hiperkolesterol). Faktor ketiga adalah lama 4 minggu dan 8 minggu. Data dengan perhitungan Analisis Varians jika menunjukkan beda nyata maka diuji lanjut dengan uji BNT 5%, dan jika ingin mengetahui perbedaan lama pemberian paparan stres dan diet atherogenik maka diuji lanjut dengan uji t tidak berpasangan. Hasil uji BNT 5% kadar kolesterol total dan trigliserida serum darah tikus berbeda nyata antara perlakuan pakan normal dan pakan diet, tetapi tidak terdapat beda nyata pada interaksi perlakuan stres dan diet atherogenik. Uji t tidak berpasangan pada kadar kolesterol total dan trigliserida serum darah menunjukkan t hitung &gt; t tabel(0.05) yaitu selisih antara lama 4 minggu &gt; selisih lama 8 minggu. Pada uji BNT 5% pembentukan foam cell arteri cerebral otak tikus menunjukkan beda nyata interaksi antara perlakuan lama stres dan diet atherogenik. Hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa lama stres dan diet atherogenik merupakan salah satu faktor proses pertumbuhan penyakit atherosclerosis, dan untuk mendapatkan pengaruh yang nyata perlu peningkatan lama pemberian paparan stres dan diet hiperkolesterol.","abstract_has_math":false,"creators":["Ernawati, Diana Ifrina"],"institution":"Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim","degree_name":"other","degree_level":"undergraduate","degree_discipline":null,"degree_department":null,"school":null,"contributors":[],"advisors":[],"committee_chairs":[],"committee_members":[],"year":2009,"date_issued":"2009-10","date_published":"2009-10","updated_at":"2026-07-24T03:01:13Z","subjects":["060802 Animal Cell and Molecular Biology"],"languages":["en"],"rights":[],"rights_urls":[],"identifier_entries":[]},"links":{"outbound_url":null,"outbound_label":null,"outbound_source":null},"metadata_groups":[{"id":"people","label":"People","entries":[{"key":"dc:creator","label":"Author","values":["Ernawati, Diana Ifrina"]}]},{"id":"academic_context","label":"Academic Context","entries":[{"key":"dc:date","label":"Dc Date","values":["2009-10-10"]},{"key":"dc:date.issued","label":"Date","values":["2009-10"]},{"key":"dc:publisher.department","label":"Dc Publisher Department","values":["Fakultas Sains dan Teknologi: Jurusan Biologi"]},{"key":"dc:publisher.institution","label":"Dc Publisher Institution","values":["Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim"]},{"key":"dc:relation.isreferencedby","label":"Dc Relation Isreferencedby","values":["http://etheses.uin-malang.ac.id/1104/"]},{"key":"dc:type","label":"Dc Type","values":["Thesis"]},{"key":"dc:type.qualificationlevel","label":"Dc Type Qualificationlevel","values":["undergraduate"]},{"key":"dc:type.qualificationname","label":"Dc Type Qualificationname","values":["other"]}]},{"id":"subjects_keywords","label":"Subjects and Keywords","entries":[{"key":"dc:subject","label":"Dc Subject","values":["060802 Animal Cell and Molecular Biology"]}]},{"id":"language_rights","label":"Language and Rights","entries":[{"key":"dc:language","label":"Dc Language","values":["en"]}]},{"id":"identifiers","label":"Identifiers","entries":[{"key":"dc:identifier.uri","label":"Identifier URI","values":["http://etheses.uin-malang.ac.id/1104/1/05520031%20Skripsi.pdf"]}]},{"id":"additional","label":"Additional Metadata","entries":[{"key":"dc:description.abstract","label":"Abstract","values":["INDONESIA: Atherosklerosis dapat timbul akibat stres dan konsumsi makanan tinggi kolesterol (hiperkolesterol). Akibat dari stres berat dan hiperkolesterol menyebabkan timbulnya plak dalam lapisan endotel pada arteri yang nantinya berkembang menjadi sel busa (foam cell) dan dapat menyumbat pembuluh darah arteri cerebral otak atau disebut juga dengan penyakit stroke (Cerebro Vascular Acident). Kelebihan kadar kolesterol juga berakibat pada tingginya kadar kolesterol total dan trigliserida serum darah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh lama stres dan diet atherogenik terhadap pembentukan foam cell arteri cerebral otak dan profil lipid serum darah tikus (Rattus norvegicus) jantan Galur Sprague Dawley. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 (tiga) faktor. Faktor pertama adalah paparan stres predator. Faktor kedua adalah pemberian diet atherogenik (hiperkolesterol). Faktor ketiga adalah lama 4 minggu dan 8 minggu. Data dengan perhitungan Analisis Varians jika menunjukkan beda nyata maka diuji lanjut dengan uji BNT 5%, dan jika ingin mengetahui perbedaan lama pemberian paparan stres dan diet atherogenik maka diuji lanjut dengan uji t tidak berpasangan. Hasil uji BNT 5% kadar kolesterol total dan trigliserida serum darah tikus berbeda nyata antara perlakuan pakan normal dan pakan diet, tetapi tidak terdapat beda nyata pada interaksi perlakuan stres dan diet atherogenik. Uji t tidak berpasangan pada kadar kolesterol total dan trigliserida serum darah menunjukkan t hitung > t tabel(0.05) yaitu selisih antara lama 4 minggu > selisih lama 8 minggu. Pada uji BNT 5% pembentukan foam cell arteri cerebral otak tikus menunjukkan beda nyata interaksi antara perlakuan lama stres dan diet atherogenik. Hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa lama stres dan diet atherogenik merupakan salah satu faktor proses pertumbuhan penyakit atherosclerosis, dan untuk mendapatkan pengaruh yang nyata perlu peningkatan lama pemberian paparan stres dan diet hiperkolesterol."]},{"key":"dc:format","label":"Dc Format","values":["text"]},{"key":"dc:title","label":"Title","values":["Pengaruh lama stres dan diet atherogenik terhadap pembentukan foam cell arteri cerbral otak tikus (Rattus norvegicus) jantan galur sprague dawley"]}]}],"canonical_facts":{"dc:creator":["Ernawati, Diana Ifrina"],"dc:date":["2009-10-10"],"dc:date.issued":["2009-10"],"dc:description.abstract":["INDONESIA: Atherosklerosis dapat timbul akibat stres dan konsumsi makanan tinggi kolesterol (hiperkolesterol). Akibat dari stres berat dan hiperkolesterol menyebabkan timbulnya plak dalam lapisan endotel pada arteri yang nantinya berkembang menjadi sel busa (foam cell) dan dapat menyumbat pembuluh darah arteri cerebral otak atau disebut juga dengan penyakit stroke (Cerebro Vascular Acident). Kelebihan kadar kolesterol juga berakibat pada tingginya kadar kolesterol total dan trigliserida serum darah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh lama stres dan diet atherogenik terhadap pembentukan foam cell arteri cerebral otak dan profil lipid serum darah tikus (Rattus norvegicus) jantan Galur Sprague Dawley. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 (tiga) faktor. Faktor pertama adalah paparan stres predator. Faktor kedua adalah pemberian diet atherogenik (hiperkolesterol). Faktor ketiga adalah lama 4 minggu dan 8 minggu. Data dengan perhitungan Analisis Varians jika menunjukkan beda nyata maka diuji lanjut dengan uji BNT 5%, dan jika ingin mengetahui perbedaan lama pemberian paparan stres dan diet atherogenik maka diuji lanjut dengan uji t tidak berpasangan. Hasil uji BNT 5% kadar kolesterol total dan trigliserida serum darah tikus berbeda nyata antara perlakuan pakan normal dan pakan diet, tetapi tidak terdapat beda nyata pada interaksi perlakuan stres dan diet atherogenik. Uji t tidak berpasangan pada kadar kolesterol total dan trigliserida serum darah menunjukkan t hitung > t tabel(0.05) yaitu selisih antara lama 4 minggu > selisih lama 8 minggu. Pada uji BNT 5% pembentukan foam cell arteri cerebral otak tikus menunjukkan beda nyata interaksi antara perlakuan lama stres dan diet atherogenik. Hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa lama stres dan diet atherogenik merupakan salah satu faktor proses pertumbuhan penyakit atherosclerosis, dan untuk mendapatkan pengaruh yang nyata perlu peningkatan lama pemberian paparan stres dan diet hiperkolesterol."],"dc:format":["text"],"dc:identifier.uri":["http://etheses.uin-malang.ac.id/1104/1/05520031%20Skripsi.pdf"],"dc:language":["en"],"dc:publisher.department":["Fakultas Sains dan Teknologi: Jurusan Biologi"],"dc:publisher.institution":["Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim"],"dc:relation.isreferencedby":["http://etheses.uin-malang.ac.id/1104/"],"dc:subject":["060802 Animal Cell and Molecular Biology"],"dc:title":["Pengaruh lama stres dan diet atherogenik terhadap pembentukan foam cell arteri cerbral otak tikus (Rattus norvegicus) jantan galur sprague dawley"],"dc:type":["Thesis"],"dc:type.qualificationlevel":["undergraduate"],"dc:type.qualificationname":["other"]},"updated_at":"2026-07-24T03:01:13Z"}