{"id":{"repo_id":"malang","oai_identifier":"oai:etheses.uin-malang.ac.id:1087"},"canonical_url":"https://search.dev.ndltd.org/etd/malang/oai:etheses.uin-malang.ac.id:1087","repository":{"repo_id":"malang","name":"Maulana Malik Ibrahim Islamic State University Malang","base_url":"http://etheses.uin-malang.ac.id/cgi/oai2"},"display":{"title":"Pengaruh skarifikasi suhu dan lama perendaman dalam air terhadap perkecambahan biji kedawung (Parkia timoriana (DC) Merr)","abstract":"INDONESIA: Biji kedawung (Parkia timoriana) merupakan kelompok sepuluh bahan baku terbanyak yang dibutuhkan industri jamu di Jawa. Kedawung (Parkia timoriana) termasuk satu diantara 30 spesies tumbuhan obat langka Indonesia dengan status kelangkaan dan terancam menuju kepunahan. Kendala utama dalam perbanyakan benih kedawung secara generatif adalah masa perkecambahannya yang sangat panjang dan persentase perkecambahannya yang rendah, hal ini disebabkan biji kedawung memiliki kulit biji yang tebal dan keras serta tergolong biji batu (stony seed) sehingga kekuatan embrio untuk muncul (emergence) direndahkan oleh kekuatan kulit biji. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui pengaruh skarifikasi suhu terhadap perkecambahan biji Kedawung (Parkia timoriana (DC) Merr), (2) untuk mengetahui pengaruh lama perendaman terhadap perkecambahan biji Kedawung (Parkia timoriana (DC) Merr), (3) untuk mengetahui pengaruh skarifikasi suhu dan lama perendaman terhadap perkecambahan biji Kedawung (Parkia timoriana (DC) Merr).Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dengan 20 perlakuan dan 3 kali ulangan.Pengamatan dilakukan dengan parameter persentase kecambah, panjang hipokotil, dan laju kecambah, perhitungan semua parameter dimulai pada hari ke-15 dan 25 hari setelah tanam. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa skarifikasi suhu berpengaruh nyata terhadap perkecambahan biji Kedawung (Parkia timoriana (DC) Merr) (pada parameter persentase jumlah kecambah dan panjang hipokotil) yaitu dengan perlakuan suhu paling efektif terdapat pada suhu 55° C, sedangkan pada skarifikasi lama perendaman tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter perkecambahan biji Kedawung (persentase kecambah, panjang hipokotil dan laju perkecambahan), dan tidak terdapat interaksi antara suhu dan lama perendaman terhadap semua parameter perkecambahan biji Kedawung (persentase jumlah kecambah, panjang hipokotil dan laju perkecambahan).","abstract_html":"INDONESIA: Biji kedawung (Parkia timoriana) merupakan kelompok sepuluh bahan baku terbanyak yang dibutuhkan industri jamu di Jawa. Kedawung (Parkia timoriana) termasuk satu diantara 30 spesies tumbuhan obat langka Indonesia dengan status kelangkaan dan terancam menuju kepunahan. Kendala utama dalam perbanyakan benih kedawung secara generatif adalah masa perkecambahannya yang sangat panjang dan persentase perkecambahannya yang rendah, hal ini disebabkan biji kedawung memiliki kulit biji yang tebal dan keras serta tergolong biji batu (stony seed) sehingga kekuatan embrio untuk muncul (emergence) direndahkan oleh kekuatan kulit biji. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui pengaruh skarifikasi suhu terhadap perkecambahan biji Kedawung (Parkia timoriana (DC) Merr), (2) untuk mengetahui pengaruh lama perendaman terhadap perkecambahan biji Kedawung (Parkia timoriana (DC) Merr), (3) untuk mengetahui pengaruh skarifikasi suhu dan lama perendaman terhadap perkecambahan biji Kedawung (Parkia timoriana (DC) Merr).Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dengan 20 perlakuan dan 3 kali ulangan.Pengamatan dilakukan dengan parameter persentase kecambah, panjang hipokotil, dan laju kecambah, perhitungan semua parameter dimulai pada hari ke-15 dan 25 hari setelah tanam. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa skarifikasi suhu berpengaruh nyata terhadap perkecambahan biji Kedawung (Parkia timoriana (DC) Merr) (pada parameter persentase jumlah kecambah dan panjang hipokotil) yaitu dengan perlakuan suhu paling efektif terdapat pada suhu 55° C, sedangkan pada skarifikasi lama perendaman tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter perkecambahan biji Kedawung (persentase kecambah, panjang hipokotil dan laju perkecambahan), dan tidak terdapat interaksi antara suhu dan lama perendaman terhadap semua parameter perkecambahan biji Kedawung (persentase jumlah kecambah, panjang hipokotil dan laju perkecambahan).","abstract_has_math":false,"creators":["Sholicha, Rina Faizatus"],"institution":"Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim","degree_name":"other","degree_level":"undergraduate","degree_discipline":null,"degree_department":null,"school":null,"contributors":[],"advisors":[],"committee_chairs":[],"committee_members":[],"year":2009,"date_issued":"2009-04","date_published":"2009-04","updated_at":"2026-07-24T03:01:13Z","subjects":["060703 Plant Developmental and Reproductive Biology"],"languages":["en"],"rights":[],"rights_urls":[],"identifier_entries":[]},"links":{"outbound_url":null,"outbound_label":null,"outbound_source":null},"metadata_groups":[{"id":"people","label":"People","entries":[{"key":"dc:creator","label":"Author","values":["Sholicha, Rina Faizatus"]}]},{"id":"academic_context","label":"Academic Context","entries":[{"key":"dc:date","label":"Dc Date","values":["2009-04-01"]},{"key":"dc:date.issued","label":"Date","values":["2009-04"]},{"key":"dc:publisher.department","label":"Dc Publisher Department","values":["Fakultas Sains dan Teknologi: Jurusan Biologi"]},{"key":"dc:publisher.institution","label":"Dc Publisher Institution","values":["Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim"]},{"key":"dc:relation.isreferencedby","label":"Dc Relation Isreferencedby","values":["http://etheses.uin-malang.ac.id/1087/"]},{"key":"dc:type","label":"Dc Type","values":["Thesis"]},{"key":"dc:type.qualificationlevel","label":"Dc Type Qualificationlevel","values":["undergraduate"]},{"key":"dc:type.qualificationname","label":"Dc Type Qualificationname","values":["other"]}]},{"id":"subjects_keywords","label":"Subjects and Keywords","entries":[{"key":"dc:subject","label":"Dc Subject","values":["060703 Plant Developmental and Reproductive Biology"]}]},{"id":"language_rights","label":"Language and Rights","entries":[{"key":"dc:language","label":"Dc Language","values":["en"]}]},{"id":"identifiers","label":"Identifiers","entries":[{"key":"dc:identifier.uri","label":"Identifier URI","values":["http://etheses.uin-malang.ac.id/1087/1/04520021%20Skripsi.pdf"]}]},{"id":"additional","label":"Additional Metadata","entries":[{"key":"dc:description.abstract","label":"Abstract","values":["INDONESIA: Biji kedawung (Parkia timoriana) merupakan kelompok sepuluh bahan baku terbanyak yang dibutuhkan industri jamu di Jawa. Kedawung (Parkia timoriana) termasuk satu diantara 30 spesies tumbuhan obat langka Indonesia dengan status kelangkaan dan terancam menuju kepunahan. Kendala utama dalam perbanyakan benih kedawung secara generatif adalah masa perkecambahannya yang sangat panjang dan persentase perkecambahannya yang rendah, hal ini disebabkan biji kedawung memiliki kulit biji yang tebal dan keras serta tergolong biji batu (stony seed) sehingga kekuatan embrio untuk muncul (emergence) direndahkan oleh kekuatan kulit biji. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui pengaruh skarifikasi suhu terhadap perkecambahan biji Kedawung (Parkia timoriana (DC) Merr), (2) untuk mengetahui pengaruh lama perendaman terhadap perkecambahan biji Kedawung (Parkia timoriana (DC) Merr), (3) untuk mengetahui pengaruh skarifikasi suhu dan lama perendaman terhadap perkecambahan biji Kedawung (Parkia timoriana (DC) Merr).Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dengan 20 perlakuan dan 3 kali ulangan.Pengamatan dilakukan dengan parameter persentase kecambah, panjang hipokotil, dan laju kecambah, perhitungan semua parameter dimulai pada hari ke-15 dan 25 hari setelah tanam. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa skarifikasi suhu berpengaruh nyata terhadap perkecambahan biji Kedawung (Parkia timoriana (DC) Merr) (pada parameter persentase jumlah kecambah dan panjang hipokotil) yaitu dengan perlakuan suhu paling efektif terdapat pada suhu 55° C, sedangkan pada skarifikasi lama perendaman tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter perkecambahan biji Kedawung (persentase kecambah, panjang hipokotil dan laju perkecambahan), dan tidak terdapat interaksi antara suhu dan lama perendaman terhadap semua parameter perkecambahan biji Kedawung (persentase jumlah kecambah, panjang hipokotil dan laju perkecambahan)."]},{"key":"dc:format","label":"Dc Format","values":["text"]},{"key":"dc:title","label":"Title","values":["Pengaruh skarifikasi suhu dan lama perendaman dalam air terhadap perkecambahan biji kedawung (Parkia timoriana (DC) Merr)"]}]}],"canonical_facts":{"dc:creator":["Sholicha, Rina Faizatus"],"dc:date":["2009-04-01"],"dc:date.issued":["2009-04"],"dc:description.abstract":["INDONESIA: Biji kedawung (Parkia timoriana) merupakan kelompok sepuluh bahan baku terbanyak yang dibutuhkan industri jamu di Jawa. Kedawung (Parkia timoriana) termasuk satu diantara 30 spesies tumbuhan obat langka Indonesia dengan status kelangkaan dan terancam menuju kepunahan. Kendala utama dalam perbanyakan benih kedawung secara generatif adalah masa perkecambahannya yang sangat panjang dan persentase perkecambahannya yang rendah, hal ini disebabkan biji kedawung memiliki kulit biji yang tebal dan keras serta tergolong biji batu (stony seed) sehingga kekuatan embrio untuk muncul (emergence) direndahkan oleh kekuatan kulit biji. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui pengaruh skarifikasi suhu terhadap perkecambahan biji Kedawung (Parkia timoriana (DC) Merr), (2) untuk mengetahui pengaruh lama perendaman terhadap perkecambahan biji Kedawung (Parkia timoriana (DC) Merr), (3) untuk mengetahui pengaruh skarifikasi suhu dan lama perendaman terhadap perkecambahan biji Kedawung (Parkia timoriana (DC) Merr).Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dengan 20 perlakuan dan 3 kali ulangan.Pengamatan dilakukan dengan parameter persentase kecambah, panjang hipokotil, dan laju kecambah, perhitungan semua parameter dimulai pada hari ke-15 dan 25 hari setelah tanam. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa skarifikasi suhu berpengaruh nyata terhadap perkecambahan biji Kedawung (Parkia timoriana (DC) Merr) (pada parameter persentase jumlah kecambah dan panjang hipokotil) yaitu dengan perlakuan suhu paling efektif terdapat pada suhu 55° C, sedangkan pada skarifikasi lama perendaman tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter perkecambahan biji Kedawung (persentase kecambah, panjang hipokotil dan laju perkecambahan), dan tidak terdapat interaksi antara suhu dan lama perendaman terhadap semua parameter perkecambahan biji Kedawung (persentase jumlah kecambah, panjang hipokotil dan laju perkecambahan)."],"dc:format":["text"],"dc:identifier.uri":["http://etheses.uin-malang.ac.id/1087/1/04520021%20Skripsi.pdf"],"dc:language":["en"],"dc:publisher.department":["Fakultas Sains dan Teknologi: Jurusan Biologi"],"dc:publisher.institution":["Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim"],"dc:relation.isreferencedby":["http://etheses.uin-malang.ac.id/1087/"],"dc:subject":["060703 Plant Developmental and Reproductive Biology"],"dc:title":["Pengaruh skarifikasi suhu dan lama perendaman dalam air terhadap perkecambahan biji kedawung (Parkia timoriana (DC) Merr)"],"dc:type":["Thesis"],"dc:type.qualificationlevel":["undergraduate"],"dc:type.qualificationname":["other"]},"updated_at":"2026-07-24T03:01:13Z"}