Back to search

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Etnobotani tmbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan jamu sapi Madura di Kabupaten Pamekasan Madura

Abstract

dc:description.abstract

INDONESIA: Pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan jamu sapi Madura merupakan kegiatan turun-temurun yang telah dipraktekkan oleh peternak sapi di Kabupaten Pamekasan Madura. Akan tetapi, saat ini ada kecenderungan warisan budaya tersebut sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat peternak sapi. Penggunaan tumbuhan sebagai bahan jamu pada sapi Madura selain dapat meningkatkan kualitas daging sapi juga dapat mengurangi efek sampingan yang berbahaya bagi sapi dan pengkonsumsi daging sapi dibandingkan dengan bahan sintetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengetahuan lokal (indigenous knowledge) masyarakat mengenai pemanfaatan tumbuhan untuk bahan jamu sapi Madura. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif, yaitu peneliti mengeksplorasi pengetahuan masyarakat peternak sapi dalam pemanfaatan jenis-jenis tumbuhan sebagai bahan jamu sapi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara, observasi lapangan dan PEA (Participatory Etnobotanical Apraisal). Penentuan responden ditentukan dengan menggunakan metode purposive random sampling yang terdiri dari pemelihara sapi, peternak sapi dan masyarakat umum yang mengetahui tentang pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan jamu sapi Madura. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Juli 2010 di empat Desa di Kabupaten Pamekasan Madura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 spesies tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan jamu sapi Madura dan terdiri atas 8 familia. Spesies yang paling dominan digunakan adalah Kunyit (Curcuma Domestica Val.), Temu Kunci (Gastrochilus Panduratum Ridl), Kelapa (Cocos Nucifera L) dan Siwalan (Borassus Flabellifer). Organ tumbuhan yang digunakan sebagai bahan jamu sapi Madura terdiri dari rimpang, kulit umbi, buah, biji, batang dan daun. Bagian rimpang merupakan bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan dengan persentase sebesar 36 % dari total pemanfaatan organ tumbuhan. Sumber perolehan tumbuhan bahan jamu yang paling dominan adalah didapatkan dari membeli di pasar. Masyarakat pemelihara sapi berusia antara 34 tahun sampai 67 tahun dan sebagian besar dari mereka berprofesi sebagai petani. Tingkat pendidikan yang ditempuh sebagian besar adalah SD dan SMP atau Madrasah Tsanawiyah yang kebanyakan ditempuh di pesantren. Pengetahuan tentang pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan jamu sapi Madura didapatkan secara turun- temurun.

Degree

thesis:*
Name dc:type.qualificationname
other
Level dc:type.qualificationlevel
undergraduate
Grantor dc:publisher.institution
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim
Year dc:date.issued
2010

Author and committee

dc:creator, dc:contributor.*
Author dc:creator
  • Rizal, M. Hasan Syaiful

Subjects

dc:subject × 1

Rights

Language dc:language
id

Chain of custody

source
Harvested from
Maulana Malik Ibrahim Islamic State University Malang
Base URL
etheses.uin-malang.ac.id/cgi/oai2
Last updated
2026-07-24
Source record
OAI-PMH GetRecord
citation

Rizal, M. Hasan Syaiful. Etnobotani tmbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan jamu sapi Madura di Kabupaten Pamekasan Madura. undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, 2010.